Jujur yang Menyakitkan

1148 Words

Rafli melonggarkan dasi, diam beberapa saat. Pintu kamar terbuka datang dokter Edward yang sudah mengganti pakaian biasa. Koas berkerah dan celana jeans warna hitam. "Untung kau datang, Edward. Aku butuh bantuanmu." "Ada apa?" "Aku harus segera pulang, aku minta tolong agar kamu menjaganya dengan baik. Kalau ada sesuatu, segera kabari aku." "Wait ...." Rafli berhenti. "Ada apa?" "Dia ... istrimu bukan? Kalian sudah menikah?" Rafli tercekat. "Tidak seperti yang kau pikirkan, Edward." "Tapi bayi itu ... anakmu. Kau harus memikirkan dua orang sekaligus, Rafli. Dua orang, bukan hanya dirimu saja." "Aku tahu. " Rafli menepuk pundak Edward dan melenggang pergi. Langit sore sudah berganti malam ketika Rafli akhirnya tiba di kediaman keluarga besar. Bagaimanapun, ia sudah menyiapka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD