Antara Hidup dan Mati

1306 Words

Klaxon mobil meraung, suara hujan makin deras, dan tubuh Melati sudah terkulai di aspal licin. Payung hitamnya terlempar, berputar di udara sebelum jatuh di genangan. “Melati!” Suara Rafli nyaring menembus kabut hujan. Tanpa pikir panjang, ia membuka pintu mobil. Tasya menjerit kaget, “Rafli! Kau mau ke mana? Hujan deras begini!” Namun, Rafli tidak menjawab. Tubuh tingginya berlari, sepatu kulitnya menjejak genangan hingga percikan air membasahi celana. Nafasnya memburu, darahnya berdesir kuat. Dalam sekejap, ia sudah berlutut di samping Melati. Gadis itu menutup mata rapat, wajahnya pucat pasi. Nafasnya pendek, perutnya sedikit mengejang. “Melati, dengar aku.” Rafli menepuk pipinya perlahan, sangat panik. “Buka mata. Kau harus kuat, bangunlah!" Kelopak mata Melati bergetar. Ia m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD