Kehilangan

1316 Words

Apkahampu putih ruang tunggu menyilaukan mata. Aroma antiseptik bercampur udara dingin pendingin ruangan membuat Rafli merasa seolah-olah paru-parunya terhimpit. Ia duduk dengan tangan terkepal, jemarinya dingin, sementara pikirannya melayang-layang di antara do'a dan rasa takut. Sejak sore tadi, semuanya berubah. Melati yang semula hanya tampak pucat tiba-tiba mengalami pendarahan hebat. Dokter jaga memanggil tim gawat darurat dan dalam sekejap ruang rawat dipenuhi suara langkah terburu-buru, mesin yang digeser, dan aba-aba cepat. “Tekanan darahnya turun! Siapkan infus, segera periksa laboratorium lengkap!” Suara perawat terdengar jelas di telinga Rafli, meski ia sendiri hanya mampu berdiri kaku, nyaris tak bisa menggerakkan kaki. Sementara dibalik pintu kaca, Dokter Edward, spesialis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD