Ada yang Berbeda

1232 Words

Malam itu, ketika rumah sakit sudah sepi, Rafli masih terjaga. Ia duduk di samping ranjang, memperhatikan setiap helaan napas Melati. Wajah istrinya tampak damai dalam tidur, tapi Rafli tahu jauh di dalam, luka itu masih menganga. Ia menoleh ke meja kecil di sisi ranjang. Ada dua botol kecil berlabel bernama ceftriaxone yang tadi disuntikkan lewat infus, dan blister ibuprofen. Obat-obat itu hanyalah alat bantu fisik, tapi siapa yang bisa mengobati luka jiwanya? Rafli menghela napas panjang. “Kalau saja aku bisa menukar posisimu. Biarlah aku yang menanggung semua rasa sakit itu.” Tangannya menyentuh perut Melati, tempat yang semestinya menjadi rumah kecil bagi bayi mereka. Kini hanya ada keheningan. Sesuatu yang setiap harinya selalu ditunggu Rafli. Sekarang hilang. Pergi. Tiga har

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD