Pertemuan Tak Terduga

1075 Words

"Bicara? Soal apa?" tanya Rafli terkejut juga waspada. Tapi kemudian Melati diam. Memegangi bagian perut, seperti menahan sakit. "Nanti saja kapan-kapan," ucapnya masuk ke kamar dan menutup pintu. Klek Suara pintu dikunci dari dalam, Rafli hanya menahan napas dalam-dalam. Rumah itu terasa berbeda sejak Melati kembali dari rumah sakit. Setiap sudut dipenuhi keheningan yang nyaris suci, seolah dinding-dindingnya ikut menahan napas demi menjaga perempuan yang tengah rapuh. Rafli duduk di kursi rotan di samping ranjang, matanya tak pernah benar-benar lepas dari sosok Melati. Melati masih lemah, kulitnya pucat, matanya mudah lelah. Sekali waktu ia mencoba bangun, tapi segera saja rasa nyeri di perutnya membuatnya meringis. Rafli langsung sigap, menahan bahunya. “Jangan memaksa." Suar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD