Dia ... Kembali Lagi

1020 Words

Rafli mendorong kursi roda perlahan, memastikan gerakan tidak terlalu cepat agar Melati tetap nyaman. Dia tidak lagi takut akan dikenali atau apapun. Yang penting sekarang adalah kondisi Melati membaik. Dua minggu sudah berlalu sejak tindakan kuret dilakukan, tapi hatinya belum juga tenang. Melati duduk diam, terlalu tenang hingga seperti patung. Pandangannya lurus ke depan, wajahnya tanpa ekspresi. Rafli sesekali menunduk, menatapnya. Ada segunung pertanyaan yang ingin ia lontarkan, tapi ia tahu jawaban Melati biasanya hanya berupa anggukan atau gelengan. Sesampainya di ruang praktik, dokter Edward menyambut mereka dengan senyum ramah. “Silakan masuk. Bagaimana kabarnya, Melati?” Melati sekadar menghela napas. Rafli yang menjawab, “Lebih kuat, Dok. Pendarahan sudah berhenti. Hanya s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD