Harsa terpaksa meninggalkan pesta lebih awal. Lebih tepatnya dia berusaha menghindar dari tatapan menghakimi orang-orang di sana. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Tangan kekarnya mencengkeram setir erat-erat. Jalanan yang lengang semakin memudahkannya untuk mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan. “Sialan!” makinya sambil memukul setirnya keras. Aska, malam ini anak itu telah berhasil membuatnya kacau dan hilang kendali. Terlebih saat Aska dengan sengaja membawa-bawa Nala dalam pembicaraan mereka. “Apa mungkin... karena gadis itu penyakitan?” Sebaris kalimat kurang ajar itu kembali berdengung di telinga Harsa yang membuatnya memukul setirnya lebih membabi buta. Aska dan mulut kurang ajarnya memang perlu diberi pelajaran. Tindakannya tadi sudah benar, tidak

