Hari ini Nala naik bus seperti biasa menuju kantor. Sepanjang perjalanan Nala terus memikirkan ajakan Harsa beberapa saat tadi. Laki-laki itu menawarkan diri untuk mengantarnya. Apa tadi dia berhalusinasi? Tapi Nala tidak mungkin salah membaca gerakan bibir Harsa. Tadi laki-laki itu mengatakannya dengan gerakan bibir yang begitu jelas, Nala tidak mungkin salah baca. Namun apapun itu, Nala bangga pada dirinya yang mampu menolak ajakan itu dengan tegas. Memang harusnya dia bersikap seperti ini sejak awal. Menjaga batasan dengan Harsa memang suatu keharusan. Ini demi menjaga hatinya dari kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan. Sejak pagi Nala sudah lelah dengan segala kejadian di rumah dan sesampainya di kantor dia kembali disuguhkan dengan kehebohan lainnya. Di depannya, tepatnya

