“Kamu apa kabar? Kelihatannya kamu baik-baik aja.” Harsa terkekeh mendengar penuturan Fiona. “Memangnya kamu berharap aku kayak gimana? Depresi karena ditinggal pacar tersayangnya?” Fiona tersenyum kecut. Tentu saja dia tidak mengharapkan hal itu terjadi. Dia mencintai Harsa sejak dulu, hingga kini. Dia tidak pernah mengharapkan hal-hal buruk terjadi pada orang yang dicintainya. “Kamu juga kelihatannya baik-baik aja. Kayaknya hidup kamu berjalan seperti harapan, ya? Diterima di sekolah musik terbaik di Paris, dan menikmati world tour bersama pianis impian kamu. Hidupmu benar-benar menyenangkan.” Fiona hanya bisa memberi seutas senyum hambar. “Menyenangkan? Apa hidupku terlihat seperti itu?” tanya Fiona dengan tatapan misteriusnya. “Apa aku kelihatan baik-baik aja di mata kamu?” tanya

