Nala membantu Bi Mirna menyiapkan sarapan seperti biasanya. Mereka membuat sarapan sederhana seperti biasanya, hanya sandwich isi tuna dan salad sebagai pendamping. Namun hari ini Nala terlihat lebih sibuk dibanding biasanya. Dia membuat sesuatu yang aromanya begitu harum. “Nyonya bikin apa? Sini biar saya aja,” ujar Bi Mirna yang tidak mau membuat majikannya kerepotan. “Nggak papa, aku bisa sendiri.” Nala menggerakkan tangannya sambil tersenyum lembut. Bi Mirna menghela napas pelan, menyerah dengan sikap keras kepala nyonyanya. Dia hanya mengamati gadis itu, kalau-kalau dia membutuhkan bantuannya. Namun gadis itu tampaknya tidak kerepotan. Nala terlihat begitu luwes dengan alat-alat masak di tangannya. Hari ini Nala membuat makanan kesukaannya, ayam bakar madu. Namun karena dia tidak

