C35 : Red Roses Effect

1738 Words

“Jadi, Nyonya suka bunga apa?” tanya Bi Mirna penasaran. Sejak tadi obrolan keduanya masih seputar bunga dan tanaman, sambil keduanya yang sibuk memindahkan tanaman dari dalam pot ke gundukan tanah. “Semuanya.” Nala menggerakkan tangannya dengan lincah. Rasanya senang bisa kembali menggunakan bahasa isyarat setelah sekian lama. “Tapi pasti ada satu yang paling Nyonya suka. Apa bunga favorit Nyonya?” Bunga favorit? Nala tidak pernah memikirkannya. Dia suka bunga apapun. Semuanya terlihat cantik di matanya. Tapi kalau boleh memilih, mungkin dia akan pilih… “Mawar.” Nala menunjuk salah satu bunga dengan kelopak berwarna merah. Ya, mawar memang selalu menjadi primadona untuk sebagian besar wanita, termasuk dirinya. “Mawar memang cantik. Saya juga suka mawar,” ujar Bi Mirna. Nala terse

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD