"omg, omg girl."Crystin meraih tangan Cecil"tangan lo kenapa pada mengkerut keras gini, punya pak sam pasti gede banget ya sampe buat tangan lo begini."
"iya cil jelek banget kayak masa depan Crystin,"Sambung Luna. Crystin langsung mengacungkan jari tengahnya kedepan Luna.
"lo semua tau ga sih si sambel terasi itu emang beneran keponakan iblis neraka jahanam dia tuh nikahin gue cuma buat jadiin gue babi!"Ujar Cecil mengeluarkan keluh kesahnya secepat si cepat ngirim paket.
"babi? Lo disuruh ngepet?"
"babu, maksud gue babu."Sampe enegnya sampe salah ngomong kan.
"masa pagi-pagi banget gue disuruh masak, nyiapin sarapan, nyuci, ngepel, jemur pakaian, bikin siapin baju-baju kerjanya."
BRAKKK....
Crystin tiba-tiba saja menggebrak meja sangat keras, membuat hampir seluruh perhatian para siswa beralih pada mereka.
"gue ga terima, masa sahabat gue di kawinin cuma buat di jadiin babu doang!!"Tukas Crystin berapi-api. Mengundang haru pada Cecil. Emang kelakuan Crystin kayak setan minus banget, tapi sebenarnya hatinya sebaik bidadari, Cecil jadi makin sayang.
"iya gue juga ga terima!"Eva ikut-ikutan.
"tapi emang muka lo mirip babu sih cil,"Celetuk Crystin. menyesal Cecil menyamakanya dengan bidadari.
"tapi bukanya itu emang udah jadi tugas istri ya, lo juga harus nurutin semua permintaan pak Samuel selama permintaan itu baik."Luna sebagai penengah.
"tapi bener juga sih kata luna cil."
"ya...ya tapi ga seketerlaluan itu, dia nyuruh gue nyuci subuh-subuh, apa ga punya perikemanusiaan?"
"iya tuh bener, masa subuh-subuh di suruh nyuci, jahat banget si sambel terasi,"Tambah Crystin.
"sebenernya lo bela siapa sih crys."
"gue bela siapa aja yang bener hehe,"kekeh Crystin tersenyum lebar sampai gigi-gigi putihnya kelihatan.
"Pokoknya mau ga mau tau gue harus bikin perhitungan sama dia, lo pada semua harus bantu gue buat dia kapok dan ga semena-mena lagi sama gue!!"Tutur cecil berapi-api, emosinya memuncak.
****
Sebelum bell jam ke lima, jam pelajaran Samuel masuk. Cecil menyuruh Eva untuk mengambil air menggunakan ember cuci piring milik mang Usup. menyuruh Crystin untuk membeli tepung terigu, dan menyogok teman-temanya agar tidak ada yang membocorkan rencana ini pada Samuel.
Lima menit lagi bell pelajaran ke lima berbunyi, Cecil berhenti menuangkan tepung kedalam ember.
"napa lo cil, kebelet berak?"Tanya Crystin menepuk bahu Cecil, membuyarkan lamunan gadis itu.
Cecil menggeleng"kalo sampe Samuel kasih tau ke guru bk, terus gue di hukum, di keluarin dari sekolah gimana?"
"tenang aja, kan ada kita, kita bakal belain lo mati-matian, kalo lo di hukum, kita juga bakal minta di hukum."
"lo ga sendiri cil, kita selalu siap di belakang lo,"Timpal Luna, memberikan senyuman yang membuat Cecil merasa tenang.
Beruntung sekali memang Cecil di pertemukan dengan makhluk-makhluk baik yang memang kadang menjengkelkan seperti mereka ini.
Tringgg...tringgg.....
Tepat setelah Cecil mengikat tali ke pintu, bell masuk berbunyi. Cecil dan yang lainya langsung berlari menempati bangku mereka masing-masing.
Senyum setan Cecil sama sekali tidak lekang, bayangan bagaimana reaksi Samuel saat ember itu tumpah mengenai wajahnya, dan dia akan di tertawakan oleh seluruh murid di kelas ini.
Pintu kelas terbuka, dengan sekali tarikan, ember diatas jatoh, cairanya mengguyur seluruh tubuh orang di bawahnya dan ember itu berhasil menutupi kepala orang tersebut
"MAMPUS LO MAMPUS!!"Teriak Cecil kegirangan, rasanya semua balas dendamnya terbalas sudah sekarang.
Suara gelak tawa dari teman-temanya semakin membuat suasana jadi meriah.
"Rasain pembalasan gue, enak kah sambel terasi hahahaha!!"
"cil, cil."Crystin menyenggol-nyenggol lengan Cecil.
"Crys."Cecil memeluk tubuh Crystin erat, tetesan air mata kemenangan membasahi pipinya"akhirnya kita berhasil bales dendam ke sambel terasi doyan kdrt itu!"
"Cil."Crystin menarik-narik seragam Cecil, memberikan kode lewat mata agar dia melihat kebelakang.
"Apaan sih."
Betapa terkejutnya Cecil saat melihat ternyata bukan Samuel yang kena jebakanya, melainkan pak Jamal si wali kelasnya. Sudah kecil, rambutnya botak depan, di tambah lagi dengan kumis hitam melengkung di bawah hidungnya membuat pak Jamal jadi mirip lele goreng di balur tepung crispy.
Sedangkan orang yang harusnya kena jebakan itu mencoba menahan tawanya tepat di belakang pak Jamal.
"siapa yang berani masang jebakan ini ke saya!!!"Murka pak Jamal menggema ke seluruh penjuru kelas. Disaat pak Jamal sudah marah, disitu dunia sedang tidak baik-baik saja.
"Oh ga ada yang mau ngaku ya, kalau gitu satu kelas ini saya hukum!!"
"Cecil pak,"Jawab Crystin, Luna dan Eva kompak menunjuk kearah Cecil.
Alis Cecil berkerut, wajahnya terlihat bingung, perasaan baru beberapa menit mereka akan mengaku salah agar Cecil tidak di salahkan sendiri, sekarang mereka malah menunjuk Cecil sendirian seperti tersangka.
******
Cecil, Crystin, Luna dan Eva di bawa ke ruang bk. Bersama dengan pak Jamal dan si sambel terasi itu, mereka mulai di sidangi oleh bu Ani.
"jadi, siapa dalang dibalik semua kenakalan ini?"Tanya bu Ani masih berusaha terlihat baik
"Cecil bu,"Jawab Crystin, Luna dan Eva kompak menunjuk kearah Cecil.
Lah, kok, lah, kok, alis Cecil bekerut, tercengang. Padahal beberapa menit yang lalu mereka bilang bakal bela Cecil sampai mati-matian, ini malah bikin Cecil mati sendirian. Memang congor temen gaada yang bisa di percaya.
Cecil mencubit paha Crystin"kok kalian gitu sih, katanya mau bela gue,"Gumamnya.
"maaf cil, tapi kayaknya hari ini kita ga bisa bela, gue takut di keluarkan dari sekolah juga."
"Halah tai mendil,"Umpat Cecil kemudian mengalihkan pandangan ke bu Ani.
"jadi gini bu, jebakan yang kita buat itu sebenernya buat Eva, hari ini Eva lagi ulang tahun, iya kan temen--temen?"Jelas Cecil bohong. Luna dan Crystin langsung mengangguk-angguk membenarkan.
"bener Eva hari ini kamu ulang tahun?"
Eva menggeleng-geleng"engga kok, tahun ini Aku ga ulang tahun, ulang tahun aku kan dua tahun lagi."
Duh, Cecil lupa lagi kalau Eva lahir bulan februari tanggal 29, selama dia kenal Eva, dia tidak pernah merayakan ulang tahun bocah itu.
"tapi kalo lo mau rayain ulang tahun, kebetulan nenek aku lagi ultah sekarang, yuk rayain bareng."
"Eva f**k you."Cecil dan Crystin mengacungkan jari tegahnya diam-diam.
"oh jadi kalian coba bohongin ibu?"
"saya cuma ikut-ikutan aja bu, cius deh bu."Crystin mengangkat jari tengah dan telunjuknya, simbol piece.
"jadi hukumanya apa nih pak?"Tanya bu Ani pada pak Jamal. Karena pak Jamal sayang pada Cecil, pasti hukumanya ringan.
"jemur mereka seharian aja bu,"Pungkas pak Jamal.
"kalo begitu mereka tidak akan jera pak,"Sela Samuel ikut-ikutan, Cecil langsung menatap tajam kearah Samuel, namun pria itu sama sekali tidak gentar.
"terus apa dong pak sam?"
"suruh mereka lari saja sepuluh kali mengelilingi lapangan,"Saran Samuel.
Keempat tersangka menatap dengki pada Samuel, namun yang ditatap sama sekali tidak menggubris.
"lalu suruh mereka bersihin wc."
Tidak apa-apa deh, lagipula bersihin satu wc dengan tiga orang temanya tidak akan terasa untuk Cecil. Wc depan juga ga terlalu kotor, malah selalu bersih karena ada ob khususnya.
"wc depan doang kan...."
"seluruh wc di segala penjuru sekolah ini."
"apa?!"Kaget Cecil, Luna dan Crystin hampir bersamaan.
Crystin menyikut lengan Eva"lo ga ikutan kaget va?"
"emang harus ikutan juga ya?"Crystin mengangguk- angguk.
"apa?!"Kaget Eva dengan ekspresi seolah-olah di kagetkan.
"dahlah gue males main sama lo."Crystin si mudah menyerah.
"oh, apa masih kurang ya hukumanya."
'dasar sambel terasi ponakan iblis neraka jahanam. Awas aja kalo nyampe rumah, gue tenggelamin muka beruk lo ke dalam closet,'Gerutu Cecil dalam hati.
******
Matahari sudah hilang dari garis khatulistiwa saat Cecil melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Badanya terasa remuk, tanganya terasa mati rasa karena seharian membersihkan seluruh penjuru toilet sekolah, mana ada toilet yang kotor banget, masih ada kuning-kuning yang mengambang disana yang membuat Cecil harus muntah-muntah sampai sepuluh kali.
Cecil masuk kedalam kamar, Samuel tengah sibuk berkutat dengan laptopnya di sofa sana. Cecil melirik tajam Samuel saat pria itu meliriknya sekilas. Rasa ingin membunuh, mencabik-cabik sudah diatas ubun-ubun.
"tadi mamah kamu telfon."
"terus, lo angkat?"Samuel mengangguk-angguk tanpa mengalihkan pandanganya pada layar laptop.
"dia nanyain kamu pulang belum."
"terus lo jawab apa?"Perasaan Cecil tiba-tiba jadi tidak enak.
"belum, Cecil pulang malam."
Cecil berjalan kearah Samuel, matanya menatap Samuel penuh amarah"gue pulang malem cuma hari ini doang, kan lo juga yang bikin gue pulang malem, coba kalo lo ga ngehukum gue pasti daritadi gue udah pulang!!"
"terus salah saya dimana?"
Cecil menghela nafas dalam-dalam, mengelus lembut dadanya pelan, sebelum akhirnya dia mendudukan tubuhnya di samping Samuel"mampus, mampus uang saku gue pasti kena potong."Dia mengusak-usak rambutnya semakin depresi.
"siapa suruh ngelakuin itu."
"diem, gue ga ngomong sama lo."
Tiba-tiba Cecil merasakan tanganya di sentuh lembut, Cecil mengangkat kepalanya. Samuel menarik tangan Cecil, memijit lembut pergelangan tangan gadis itu. Alis Cecil berkerut, kadang dia tidak mengerti apa yang ada di fikiran pria itu. Kadang ngeselinya udah kayak raja iblis, tapi sekalinya baik, Cecil hampir meleleh karena ulahnya.
"ngapain?"Tanya Cecil. Samuel tidak mejawab, tetap asik memijat lembut lengan tangan Cecil, Cecil juga tidak bisa mengelak karena dia akui pijitan Samuel cukup enak.
"buka sepatumu."Cecil menurut, dia membuka sepatunya.
Cecil menaruh kedua kakinya diatas paha Samuel, murid mana yang bisa begini pada gurunya. Kapan lagi kaki Cecil di pijitin sama ceo salah satu perusahaan terbesar di negara ini.
Karena menang lelah, Cecil mulai memejamkan matanya, rasa kantuk terasa menggelayuti matanya.
Tangan besar Samuel dengan lihai memijat lembut kaki putih mulus Cecil, mulai dari betis sampai ke paha gadis itu, tanganya sudah berhasil menyingkap rok Cecil, memperlihatkan celana short berwarna hitam gadis itu. Sesuatu terasa mengeras dari balik celananya.
Tanpa sadar tangan Samuel masuk kedalam sela-sela celana short cecil.
"mmmhh."Sebuah lengguhan kecil berhasil keluar dari bibir mungil Cecil.
Sebelum tangan samuel masuk lebih jauh, Cecil buru-buru menghentikkan pergerakan tangan Samuel, menyingkirkan tangan pria itu, lalu menurunkan kembali roknya. Saking enaknya tangan Samuel, dia sampai lupa pria itu hampir melewati batasanya. Sialnya, Cecil juga hampir menikmati sentuhanya
Cecil sempat melihat tonjolan besar di balik celana Samuel, Cecil tiba-tiba saja mengingat ucapan Crystin.
'pasti belalainya hitam, panjang, dan urat-uratnya keliatan jelas, pasti rasanya bakal sakit banget sih cil kalo sampe masuk.'Cecil menggeleng-gelengkan kepalanya, mengusir segala pikiran kotor itu.
"g...gue mau mandi, makasih pijitanya."Dengan kikuk Cecil berjalan keluar dari kamar. Alis Samuel berkerut, katanya mau mandi, tapi kok malah keluar. Lalu dia kembali lagi masuk kedalam kamar.
"kenapa balik lagi?"
"salah jalan."
Samuel menggeleng-geleng pelan sambil tertawa kecil melihat betapa bego istrinya. Setelah melihat Cecil masuk kedalam kamar mandi, dia melirik ke bawahnya, sebuah tonjolan besar terlihat di balik celananya. Ini pasti karena ereksi yang di tumbulkan karena menyentuh milik Cecil tadi, rasanya nyeri dan menyesakkan, dia harus meminta pertanggung jawaban Cecil atas semua ulahnya ini.