Pernikahan digelar pada akhir musim panas, bertempat di Kuil Lineum. Kedua kali aku mendatangi Lineum; bukan untuk membuktikan diri sebagai orang jujur, melainkan untuk menyempurnakan sumpah. Sesuai tradisi penghuni istana, calon mempelai perempuan diharuskan menetap di istana begitu pernikahan diumumkan oleh Raja. Hanya berkat bantuan Louca aku bisa memohon izin sampai urusan Martha dan Benjamin beres. Lalu, setelahnya aku dan Dante bersedia meninggalkan kediaman. Mia dan Baron Sandro menangis tanpa henti. Lebih ke tangis lantaran terkejut dan bingung daripada sekadar sedih berpisah dengan anak dan cucu. Sampai kapan pun mereka, pasangan Blanche, berpikir bahwa aku akan serumah dengan mereka. Benar-benar menggemaskan, cara mereka, amat imut untuk ukuran orangtua. Sesuai tradisi Erdola,

