BAB 17 : Rumah untuk Nilam

1989 Words

Di hari ini, Nilam dan Wijaya bangun agak siang dari biasanya. Itu pun mereka terbangun saat bibinya mengetuk pintu kamarnya. “Tok.., tok.., Nilam bangun,” panggilnya. “Matahari hampir tinggi ini, keburu rejekinya di patok ayam!” Mendengar bibinya, memanggil namanya, Nilam pun merenggangkan tubuhnya. Ia berangsur menuruni tempat tidurnya. Dan menjawab, “Iya Bi, katanya. “Saya mandi dulu.” Terdengar langkah kaki bibi yang telah meninggalkan pintu kamarnya. Sejurus kemudian, Nilam menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Wijaya masih mendengkur dalam peraduannya. Setelah selesai membersihkan diri, Nilam pun keluar dari kamarnya. Ia berjalan menuju ruang keluarga. Dilihat paman dan bibinya duduk berdampingan sambil menikmati jajanan dan minuman. “Pagi Paman, Bii...,” sapa Ni

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD