Chapter 7

1928 Words

"Gak usah lebay deh, Mbar. Gitu doang aja paniknya setengah mati. Itu mah cuma luka kecil!" Lagi-lagi Ambar lupa bahwa di sekitarnya masih ada Ara. Sialan. Si anak kepala sekolah itu bukannya meminta maaf malah mencibirnya. Sungguh, mungkin dulu Ara tercipta dari api neraka, bukan dari tanah. Kelakuannya seperti setan. Tolong siapa pun kutuk saja Ara dan sekutunya, kalau bisa kutuk jadi batu seperti Malin Kudang supaya dia tidak bisa berulah lagi. Ambar berusaha tidak peduli dengan Ara. Dia terus mengabaikan Davin. Seolah-olah Ara dan sekutunya tidak terlihat. "Dav, kamu gak apa-apa, kan?" tanya Ambar untuk memastikan. Laki-laki itu sudah mengusap darahnya yang menetes tidak terlalu deras dengan kaosnya. Davin mengangguk sambil tersenyum tenang. Membuat Ambar lega nol koma lima persen.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD