Chapter 23

2225 Words

Sekarang ... laki-laki berhati malaikat itu sudah pergi. Davin tidak pernah berubah. Sejak dia mengenal hingga kehilangan, Davin tetap orang yang baik. Dia selalu baik kepada siapa pun. Hingga dia pergi pun menjadi orang yang sangat baik. Yang rela mengorbankan nyawa untuk membuat Ambar tetap hidup. Proses pemakaman sudah selesai. Hanya tersisa beberapa orang terdekat Davin yang masih di sana. Bu Rani mengelus pundak Bu Tias, menegarkan wanita itu. "Davin itu anak yang baik. Dia pasti bahagia di sana, Bu ...." Mendengar itu, Bu Tias menyandarkan kepalanya di lengan Bu Rani. Menangis tersedu-sedu sambil tetap memandang tempat peristirahatan Davin. Kepalanya mengangguk menyetujui ucapan Bu Rani baru saja. Davin memang anak yang baik. Tuhan pasti akan menerima Davin di sisinya dengan sanga

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD