Chapter 22

1962 Words

"Nina?" Suara dari arah lorong barat membuatnya menoleh. Segera Nina merapikan rambutnya yang berantakan. "Kamu di sini?" Dia adalah Bu Rani. Ibu dari seseorang yang dia pikir setelah ini akan pergi meninggalkan dunia. Pergi untuk selamanya dan tidak mengganggunya. Tidak menanggapi ucapan Bu Rani, Nina langsung pergi berlalu begitu saja dengan pikiran yang masih kacau. Melihat itu, Bu Rani mengerutkan kening heran. Memilih tidak peduli pada Nina, Bu Rani memutuskan untuk berdiri di depan ruang operasi di depannya. Dia berharap pintu itu segera terbuka dengan membawa kabar baik. Dia tidak bisa memihak menginginkan kabar baik tentang siapa. Di satu sisi, dia ingin Ambar sembuh. Tapi di sisi lain, dia tidak ingin kehilangan Davin. Sejujurnya, kemarin Bu Rani juga sempat menolak keputusan D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD