49. Dituduh

2108 Words

Aku berusaha menjalani hari-hariku tanpa Kemal dengan sebaik mungkin. Tapi tetap saja, kekosongan itu masih ada dan terasa sangat nyata. Karena memang selama ini Kemal tuh seberpengaruh itu di hidupku. Untuk melangkah maju dari rasa sakit hatiku, aku bahkan ikut berbagai macam kegiatan di kampus. Menjadi pemain angklung, bahkan ikutan komunitas pecinta alam. Well, sering mangkir sih aku kalau yang pecinta alam. Jadwal kumpulnya sering bebtrok. Tapi, lain halnya dengan angklung, dua minggu ini, aku merasa happy banget main angklung. Suara instrumennya yang menyenangkan, ditambah temen-temennya juga asik. “Kita ada lomba di balai kota, lagu wajibnya Bogor Lumigar Mekar, pada siap kan?” ujar Pak Eman, pelatih angklung kami. Beberapa orang mengangkat tangan, Pak Eman mempersilahkan mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD