48. Dijemput

2110 Words

Kemal sudah tertidur pulas di belakangku. Aku berbalik, memandangi wajahnya, kemudian mendekatkan diri agar bisa mengecup bibirnya untuk yang terakhir kali. Menahan diri agar tidak menangis. Aku bangkit, keluar dari selimut, turun dari kasur lalu memunguti pakaianku satu per satu. Aku masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuh bagian bawahku, menyiramnya dengan jet-spray kekuatan penuh. Setelah itu, aku memakai kembali pakaianku. Berkaca di kamar mandi, aku sadar tampangku berantakan, jadi kuikat rambutku menjadi kuncir kuda. Setelah itu, aku keluar kamar mandi. Berdiri di tengah ruangan, kupandangi Kemal yang tertidur dengan perasaan sayang. Aku tersenyum kecil, tak menyangka akan menghadapi perpisahan dengannya secepat ini. Aku cinta sama Kemal. Tapi, aku tahu, hubungan kita berdua me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD