46. Puding Cokelat

2117 Words

Tugas kuliahku numpuk, ditambah Kemal lagi dinas di luar kota. Ih sumpah kepalaku mau meledak. Biasanya, kalau lagi gini, aku bakal nginep di kostan Kemal, ditemenin dia kerjain tugasnya, biar otak waras. Tapi, dengan Kemal yang tidak ada di tempat membuatku harus menghadapi semua tugas ini sendirian. Kulempar pena yang kugenggam, lalu membanting diri ke kasur. Meraih ponsel, aku mengecek notifikasi, namun sayang, gak ada pesan ataupun panggilan dari Kemal. Dia sedang sibuk sepertinya. Malah, ada satu pesan masuk, dari Genta. Aku penasaran. Sejak kami kuliah, kayaknya dia udah gak pernah gangguin aku lagi. Kok tumben ya? Genta Aksamala: Hi cantik! Kangen deh Aku tersenyum membaca itu. Karena pikiranku lagi mumet, aku pun membalas pesan tersebut, untuk mengalihkan perhatian. Me: H

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD