Part 24

933 Words

Tangannya menerima tissue yang disodorkan Regan dengan perasaan ragu. Tak lama kemudian sebuah botol air mineral berada di depan matanya. Aura mengangkat wajahnya dan melihat wajah datar Regan dengan sebotol air mineral yang sedang disodorkannya. "Terima kasih," ucap Aura pelan. Regan tidak menjawab ucapan terima kasih Aura. Hal berikutnya yang ia lakukan hanyalah memandang perempuan dihadapannya ini dengan beberapa pertanyaan yang berada di dalam benaknya. Tapi melihat kondisi Aura, sepertinya ia harus bersabar sedikit. "Sebaiknya saya kembali bekerja." Aura bangkit dari tempat duduknya namun Regan lebih mengeluarkan suaranya. "Duduk," perintahnya. Aura memandang Regan dari balik bulu matanya dan kembali duduk ditempatnya. "Setelah aku menemukanmu dalam keadaan menangis, tidak ad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD