Setelah sampai ditempat pesta mereka bertiga langsung menyerahkan kunci mobilnya kepada patugas vallet dan langsung masuk menuju meja utama. Kedatangan mereka sudah di tunggu disana.
"Baiklah mari kita mulai acara pesta ini. Kita sambut Bapak David Housten selaku CEO dari Housten corp, waktu, dan tempat kami sediakan," ucap sang MC yang di beri tepuk tangan oleh para hadirin.
Setelah itu dilanjutkan pidato oleh David. Dan setelah selesai berpidato, ia kembali ke tempat duduk. Dan ia juga mendapatkan tepuk tangan yang meriah.
"Selanjutnya kami undang ketiga anak dari Bapak David Housten selaku CEO kita untuk membawakan hiburan musik bagi kita," ucap sang MC yang juga di beri tepuk tangan oleh para hadirin.
Kemudian naiklah mereka bertiga keatas panggung dan memberi hormat terlebih dahulu baru mulai memainkan pianonya. Mereka melanjutkan bermain hingga selesai memainkan ketiga lagu tersebut, kemudian mereka bertiga mengambil mic.
"Terima kasih para hadirin yang telah meluangkan waktunya untuk hadir ke acara ini dan mau mendengarkan permainan musik kami yang gak seberapa bagus ini," ucap Reynan.
"Kami juga mau mengucapkan terima kasih secara khusus kepada Ce Ratna, karena dengan sabar melatih kita," ucap Keyra.
"Terima kasih," ucap mereka bertiga sambil memberi hormat, lalu turun kebawah dan di beri tepuk tangan yang tak kalah meriahnya.
"Kalian gila ya?" ucap Airine.
"Gak tuh, kita masih waras," ucap Key.
"Gimana bisa di bilang masih waras? Kalau permain piano kalian tadi se-spektakuler kayak gitu kalian bilang gak seberapa bagus," ucap Airine.
"Tapi menurut kami itu biasa aja tuh." ucap Key.
"Kids, sudah cukup," ucap Emily yang membuat mereka diam.
"Oke, acara berikutnya adalah hiburan-hiburan dan para tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati makanan yang disediakan," ucap sang MC.
Kemudian acara dilanjutkan dengan hiburan-hiburan. Sementara itu keluarga Housten dan beberapa keluarga lainnya yang duduk di meja utama sibuk berbincang-bincang sendiri.
"Jadi gimana keputusan kalian?" tanya David.
"Kami memutuskan untuk menerima perjodohan ini," ucap Diana.
"Beneran?" tanya David.
"Iya, Om," ucap Diana.
"Akhirnya kami bisa mewujudkan impian kami untuk berbesanan," ucap David.
"Benarkah mereka setuju?" tanya Michael.
"Iya mereka setuju," ucap David.
"Gimana kalau pertunangannya kita adakan sekarang aja," saran Alex.
"Boleh," jawab James.
"Oke," ucap David.
"Ehm ... Reynan. Kamu ikut papa sama mama segera," ucap David memanggil Reynan yang lagi bercanda gurau dengan saudara dan teman-temannya.
"Oke, Pa," jawab Reynan.
"Nah, sekarang kamu Jasen juga ikut papa sama mama tanpa bantahan!" tegas Michael.
"Iya, Pa," ucap Jasen.
"Dan yang terakhir Vanno kamu juga ikut papa sama mama. Dan sisanya tunggu aja disini sampai ada perintah lagi," ucap James.
Setelah itu mereka pergi kebelakang panggung dan sisanya menunggu tetap di tempat.
***
"Ada apa Pa, Ma?" tanya Rey
"Kami ingin kalian bertunangan hari ini," ucap David.
"O ya udah," ucap Rey.
"Sebentar tunangan?" tanya Jasen yang kebinggungan karena tidak mengetahui apapun.
"Iya," ucap Michael.
"Apa? Aku masih normal, aku belum homo sampai harus bertunangan dengan mereka berdua pa. Ma tolongin aku, aku gak mau tunangan dengan mereka berdua," ucap Jasen yang kemudian ditertawakan oleh para orang tua.
pletak... pletak...
"Aduh sakit, kenapa kalian berdua menjitak aku?" tanya Jasen.
"Kamu masih waras kab, Sen?" tanya Reynan.
"Masih," ucap Jasen.
"Lagipula kita juga gak mau tunangan sama kamu juga kok,” ucap Vanno.
"Lalu tunangannya dengan siapa dong?" ucap Jasen.
"Kamu dengan Keyra," ucap Michael.
"Ooo ...," balas Jasen.
"Astaga reaksimu cuma 'ooo' saja?" tanya Celia.
"Ya terus aku harus gimana dong, Ma?" tanya Jasen.
"Gak papa sudah, sepertinya reaksimu adalah yang paling singkat dari yang lainnya. Bahkan terkesan cuek sama seperti Keyra," ucap Celia.
"Masak aku harus loncat-loncat kayak orang gila kan malu di tempat seramai ini," ucap Jasen.
"Bukan gitu, maksudnya kamu ungkapkan apakah kamu senang atau kamu mau nolak gitu?" ucap Celia.
"Iya aku senang dan aku mau menerima bukan menolak," ucap Jasen dengan santai.
"Wah, jangan-jangan kamu jatuh cinta sama adikku pada pandangan pertama," ucap Reynan.
"Memang," ucap Jasen.
"O, berati kamu jatuh cinta saat di aula itu yang aku lagi ngomong sama Keyra dan pada akhirnya kamu mengambil alih. Berarti sebabnya Jasen selalu menanggapi Keyra karena sudah jatuh cinta pada pandangan pertama," ucap Reynan menyimpulkan.
"Sayangnya analisismu hanya betul 50% dan 50% persennya lagi salah," Jawab Jasen.
"Kok bisa salah? salahnya dimana?" tanya Reynan.
"Aku jatuh cinta sama adikmu saat aku belum mengetahui namanya. Tepat saat aku baru datang ke sekolah, baru masuk ke dalam gerbang sekolah dan belum memarkirkan mobil," ucap Jasen.
"Kok bisa?" tanya Reynan.
"Ya bisa dong, jadi begini ceritanya ...(meluncurlah cerita tentang kejadian tersebut)." jelas Jasen.
"O, keren juga adikku. Bisa membuat Jasen yang cuek sama orang lain bisa membuatnya berdebat dan jatuh cinta dengan dirinya bahkan disaat Jasen belum tau namanya," ucap Rey.
"Nah masalah cincin tenang aja sudah kemi siapkan," ucap David.
Dan kemudian para papa mengeluarkan kotak dari kantongnya yang berisi cincin untuk acara tersebut.
"Kalian keluar aja langsung keatas panggung, biar saya yang akan memangilkan mereka bertiga," ucap David.