11

968 Words
"Ehm … permisi maaf menganggu acara makan para tamu undangan. Jadi begini kami keluarga Housten, keluarga Alvanno, dan keluarga Atmaja hari ini akan mengadakan pertunangan ditempat ini dan mohon atas perhatiannya sebentar saja. Untuk itu kami mengundang pasangan pertama Reynan Bryan Housten dengan Rosdiana Hena Atmaja. Kemudian kami nengundang pasangan kedua hari ini Stevanno Kenny Atmaja dengan Airine Diandra Housten. Dan pasangan terakhiri hari ini Nathanael Jasen Alvanno dengan Keyra Adriana Housten. Ketiga pasangan ini kami persilahkan naik ke atas sini, waktu dan tempat kami persilahkan," ucap David kemudian ketiga pasangan itu ke atas panggung. "Kalian silahkan melakukan pertukaran cincin," ucap Alex setelah itu mereka langsung bertukar cincin dan mendapat tepuk tangan dari para undangan yang hadir. "I Love You," bisik Jasen ke Keyra saat mereka mau duduk. "I Love You Too," Bisik Keyra kembali. "Ehm … dunia serasa milik berdua deh," komentar Tifanny - kakak sepupu Jasen. "Makanya kak cari pasangan!" ledek Jasen. "Keyra kamu kok mau sih tunangan sama anak aneh ini?" tanya Tifanny yang hanya di jawab senyuman. "Keyra kamu ikut papa sama mama bareng saudara-saudaramu untuk dikenalkan dengan client papa," ucap David. "Oke, Pa. Bye, Kak, nanti aja ngomong-ngomong lagi. Kak Jasen-kan juga harus ikut papanya kakak," ucap Keyra lalu pergi dengan keluarganya menemui tamu yang lain. *** Kemudian mereka menemui satu-persatu tamu undangan yang hadir hingga bertemu dengan teman semasa kecil David dan berbincang cukup lama dengan teman semasa kecil David. "Hal, Ryan lama gak ketemu," ucap David sambil bersalaman dengan orang tersebut. "Iya, kan aku di German pindah sejak kelas 3SD, aku baru menetap disini mulai kemarin untuk ngurus cabang perusahaan yang disini," ucap Ryan. "Nah Ryan kenalin ini istriku," ucap David. "Emily." "Ryan." ucapnya sambil berjabatan tangan. "Ini istriku," ucap Ryan. "Shella." "David." ucapnya sambil bersalaman. "Shella." "Emily." ucapnya sambil bersalaman. "Nah … ini ketiga anak-anakku," ucap David. "Reynan, Om, Tan," ucapnya sambil bersalam secara bergantian. "Key , Om, Tan," ucapnya sambil bersalaman bergantian. "Keyra, Om, Tan,” ucapnya sambil bersalaman bergantian. "Nah … ini anak-anakku," ucap Ryan. "Cindy," ucapnya dengan menyodorkan tangan bergantian ke David dan Emily. "Andrew," ucapnya sambil menyodorkan tangan bergantian ke David dan Emily. "Nah, sekarang kalian yang anak-anak dong kenalan," ucap Ryan. Kemudian mereka berkenalan secara singkat dan bersalaman. "Cindy." "Reynan." "Cindy." "Key." "Cindy." "Keyra." "Andrew." "Reynan." "Andrew." "Key." "Andrew." "Keyra."  "Cantik," ucap Andrew tanpa sengaja keceplosan dan tanpa mereka ketahui dari jauh ada yang terbakar cemburu melihat pegangan tangan mereka yang tak kunjung lepas. "Ehm … tuh tangan ada magnetnya atau gimana?" sidir Reynan. "Ma-maaf," ucap Andrew gugup. "Anakmu sekolah dimana? Kebetulan anakku belum daftar sekolah masih binggung mau disekolahkan dimana," ucap Ryan. "Anakku sekolah di Housten Senior High School. Yang Reynan kelas XI - IPS, sementara Key dan Keyra kelas X jadi belum ada penjurusan," jelas David. "Boleh tuh nanti aku masukkan Andrew disitu aja, kalau Cindy sekarang sudah kuliah. Sudah mau lulus dan setelah mengurus kepindahan kami disini, mungkin Cindy akan kembali ke German dan akan kembali setahun lagi setelah lulus kuliah," ucap Ryan. "Ya bagus itu, jadi anak-anak kita bisa bersahabat juga seperti orang tuanya," ucap David. "Pa, aku kembali ke tempat duduk ya. Aku capek berdiri terus pakai high-girls," ucap Keyra. "Iya kembalilah, kasihan tuh si Jasen kamu anggurin gitu," ucap David sambil bergurau. "Ish … Papa itu!" ucap Keyra. "Kalian berdua mau ikut atau gak?" tanya Keyra. "Maulah, kamikan harus selalu ada disamping Princess, kecuali kalau sudah ada yang mengantikan kami untuk menjaga princess," ucap Key. "Terserah apa kata kalianlah!" ucap Keyra sambil memutar bola matanya karena alasan klasik yang kerap kali diutarakan oleh kedua saudaranya itu. "Pa, kami kembali ketempat duduk dulu ya," ucap Rey. "Ya kembalilah," ucap David yang tidak lagi menahan mereka. *** "Hai, Kak Jasen!" ucap Keyra saat kembali ketempat duduk. "Hmm ...," balas Jasen. "Kak Jasen kenapa jawabannya singkat amat?" tanya Keyra. "Gak papa," jawab Jasen. "Kak Jasen ish kakak jahat, udah ah … aku ngambek!" ucap Keyra. "Ya ampun Keyra, kenapa jadi kamu yang ngambek sekarang," ujar Jasen. "Gak tau!" Balas Keyra ketus. "Keyra jangan marah ya," ucap Jasen. "Gak tau!" balas Keyra. "Keyra jawab iya gitu," ucap Jasen. "Gak tau!" balas Keyra. "Keyra jangan jawab gak tau terus dong," ucap Jasen "Gak tau!" balas Keyra. "Oke, oke, Keyra. Aku gak marah sama kamu, tapi aku cemburu," ucap Jasen frustasi. "Nah gitu dong apa susahnya sih bilang ke aku, kamu itu kenapa kan lebih baik dari pada aku kamu cuekkin," cecar Keyra. "Iya, iya maaf, Keyra," ucap Jasen. "Maaf diterima. Tapi kamu tenang aja, Kak, di hatikukan cuma ada kamu," ucap Keyra. "Ish, menjijikan. Kamu belajar gombal kayak gitu dari mana sih?" tanya Jasen. "Itu gak gombal tau, tapi kenyataan!" ucap Keyra. "Mana buktinya?" tanya Jasen. "Bukti?" tanya Keyra lebih kepada dirinya sendiri. "Iya bukti," ucap Jasen. "Emangnya harus?" tanya Keyra. "Harus dong," ucap Jasen. "Hmm … kalau begitu kakak menunduklah aku mau membisikkan sesuatu yang bisa menjadi bukti," ucap Keyra dengan tampang seriusnya. Kemudian Jasen menunduk dan yang terjadi adalah ... Yang terjadi adalah Keyra langsung mencium singkat pipi Jasen, setelah itu senyum tipis terpampang di wajah Jasen. Sementara muka Keyra langsung memerah. "Ehm … bagus ditempat umum mengumbar kemesrahan!" ucap Tifanny. "Hehehe, pis kak." ucap Jasen sambil tangannya membentuk huruf 'v'. Sementara itu Keyra yang wajahnya sudah blushing seperti kepiting rebus hanya menunduk dan diam saja. "Ehm … saya David Housten sebagai CEO dari Housten corp dan penyelenggara acara ini mengucapkan terima kasih kepada semua para undangan yang telah menyempatkan diri untuk menghadiri pesta yang biasa-biasa saja ini. Dan apabila ada kesalahan dalam bentuk apapun saya mewakili Housten corp meminta maaf untuk seluruh kesalahan baik yang di sengaja maupun yang tidak disengaja. Sekian dan sekali lagi terima kasih," ucap David. Jam telah menunjukkan tepat pukul 22:00 dan Keluarga Housten pun segera berpamitan pulang. Karena anak-anaknya masih akan sekolah di keesokkan harinya. ***  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD