Beberapa bulan kemudian ...
"Hosh … hosh ..., Keyra!" panggil Diana dan Airine saat Keyra baru meletakkan tas.
"Kenapa kalian lari-lari seperti itu dan kemana anak-anak ke kelasnya sepi?" tanya Keyra.
"Ituloh sekarang The Queens punya sasaran baru untuk dibully," ucap Diana.
"Lalu apa peduliku?" tanya Keyra.
"Justru itu kamu harus peduli," ucap Airine.
"Dia dibully karena terlalu dekat dengan Key dkk," ucap Diana.
"Memangnya Key punya geng sendiri gitu?" tanya Keyra
"Wah … Keyra seperinya tidak masuk sehari membuatmu lola deh," Ucap Airine.
"Pokoknya kita harus bantu dia," ucap Diana.
"Kenapa gak suruh Key aja?" tanya Keyra.
"Kelamaan, lagi pula lebih seru kalau kita yang membantu!" ucap Diana.
"Ya betul, Keyra, selain kita tambah teman kita juga bisa balas perbuatan mereka," ucap Airine sambil mengeluarkan seringgai liciknya.
"Ayo, Keyra!" ucap Diana sambil menarik Keyra menuju kooperasi khusus untuk pembelihan bahan-bahan tata boga.
"Ngapain kita kesini?" tanya Keyra.
"Beli s*****a buat tempur," jawab Airine.
"Ooo, gue sekarang baru nyambung," ucap Keyra.
"Astaga dari tadi kita ngomong lo gak nyambung!" seru Diana.
"Hehehe ...," balas Keyra.
"Ya sudahlah," ucap Diana.
"Pak beli tepung 1kgnya 4 bungkus, beli telur 1kg, beli kecap, saus tomat, dan saus sambal," ucap Keyra.
"Nih barangnya dek, semuanya 94.000," ucap bapaknya.
"Nih pak uangnya, kembalinya ambil aja, Pak," ucap Keyra sambil memberikan selembar uang berwarna merah.
"Iya, makasih, Dek," ucap bapaknya.
"Ayo, let's go to war!" ucap Keyra.
***
"Eh, ada mereka bertiga!" seru Jessie.
"Kalian ngapain bully Alice?" tanya Keyra dengan sedikit membentak.
"Eitz, sabar dulu dong. Kamikan baik membuat si nerd gak tau diri ini agar jauh dari Key. Ya kan dengan begitu bukan kah saingan lo juga akan berkurang satu?" tanya Kelly.
"Tapi gue gak merasa bahwa dia adalah saingan gue tuh, gue tambah merasa bahwa dia adalah kawan gue," ucap Keyra
"Lo ini dasar tidak tau terima kasih," ucap Chika.
"Guys, kita lempari mereka bertiga aja sekalian!" ucap Jessie.
"Boleh, kita juga gak takut kok. Let's play the war!" balas Keyra.
"Kalian memang benar-benar bernyali besar," ucap Kimberly.
"Keluarian s*****a kita Diana dan berikan juga kepada Alice agar ikut melempari mereka, kan gak adil masak mereka bisa melempari Alice tapi Alice gak bisa lempari mereka. Kalau Alice di kasih tepung kan lebih adil, selain Alice bisa membalas perbuatan mereka, perangpun seimbang 4 vs 4," ujar Keyra.
"Tap-tapi a-aku gak berani melempari mereka," ucap Alice.
"Kalau lo gak berani melempari mereka, maka lo akan terus ditindas oleh mereka," ucap Diana.
"Nanti kalau kita ikutan melempar bisa di panggil sama guru BK. Kalau mereka kan enak bisa bebas, lah kalau kita?" Balas Alice.
"Kalau kita akan bebas dan mereka akan dapat hukuman. Gue yang akan membalik semua itu." Jawab Keyra sambil ber-high five dengan Airine.
"Dan gue juga akan membantu membalik keadaan," Jawab Diana yang kemudian berhigh-five dengan Keyra dan Diana.
"Jadi lo maukan jadi sahabat kami?" Tanya Keyra.
"Aku sih mau tapi-" ujar Alice.
"Yah sia-sia dong kita membantu lo, kalau lonya sendiri gak berani melawan. Padahal kami senang sekali bisa membantu lo dan menganggap lo sebagai sahabat kami," ucap Keyra dengan menggunakan nada pura-pura kecewanya.
"Okelah, aku gak boleh mengecewakan orang yang sudah rela membantuku dan apalagi sudah menganggapku sahabat. Karena sebelumnya belum ada yang menggapku sahabat, jadi aku akan ikut permainan ini," ucap Alice.
"Nah ini ambil," ucap Diana sambil memberikan tepung yang sudah dicampur telur dan beraneka saus ke Alice.
"Ayo kita mulai, kami sudah siap!" ucap Keyra.
"Ayo siapa takut!" ucap Jessie.
"1-2-3 mulai!" ujar Kelly.
Dan kemudian mereka mulai saling melempar tepung dkk. Hingga seseorang menginterupsi mereka.
"Berhenti, sekarang juga!" perintah Jasen.
"O, ada Kak Jasen," ucap Keyra dengan santai.
"Kau berani sekali meremehkan pacar gue seperti itu?" ucap Jessie.
"Siapa pacar lo? Kak Jasen?" tanya Keyra.
"Iya, Jasen adalah pacar gue. Yakan babe," ucap Jessie yang kemudian ditertawakan oleh gengnya Rey dan Jasen, kecuali Jasennya sendiri.
"Gue bilang berhenti ya berhenti, jangan diteruskan!" tegas Jasen.
"Tapi dia yang mulai duluan babe," ucap Jessie.
"Tapi dia yang mulai duluan babe," ujar Keyra menirukan Jessie dengan nada yang sama persis yang kemudian ditertawakan dengan anak-anak yang ada disana kecuali Alice dan Jasen, bahkan The Queens pun menahan tawa.
"Saya bilang berhenti ya berhenti, kalian berdelapan sekarang ke ruang BK!" perintah Jasen.
"Apakah kau tak mau memberiku pengecualian, Kak Jasen?" tanya Keyra.
"Tidak ada pengecualian dan kurasa kamu bisa mengatasi masalah mu sendiri. Dan kuharap kali ini kalian dapat memberikan alasan sehingga kalian bisa membuat The Queen tidak bisa bebas dari hukuman cuma karena ada anak kepala sekolah di geng mereka dan kurasa kalian pasti bisa melakukan hal itu bukan? Kuncinya hanya satu, adanya kemauan," ucap Jasen.
"Kak tapi mereka bertiga gak salah, cuma mau membantu aku. Gimana kalau kakak bebaskan mereka bertiga dan biarkan aku saja yang ke ruang BK bersama geng The Queens?" ujar Alice.
"Tidak ! Mereka harus bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. Merekakan punya pilihan sebelum melakukannya. Pilihan mereka mau terlibat atau tidak dan mereka sudah memilih untuk terlibat, maka mereka harus ikut juga menanggung resikonya!" ucap Jasen.
"Maaf ya, karena aku kalian jadi terlibat masalah," ucap Alice dengan nada menyesalnya.
"Gak papa kok, tenang aja lagi sama kita," ucap Diana
"Bye kakak-kakak kami mau ke ruang BK dulu dan kami akan keluar dengan hasil yang pasti akan memuaskan," ucap Keyra.
"GBU ya semoga kalian bisa membuat The Queens kali ini terkena hukuman!" ceplos Jimmy.
"Tenang saja, Kak," balas Keyra sambil mengedipkan matanya.
"Kalian ganti baju dulu!" perintah Jasen.
"Ya," jawab mereka.
***