13

1048 Words
"Kalian kenapa membuat onar?" tanya Erni - guru BK. "Kok kami sih yang salah kan kakak-kakak kelas itu yang memulainya,"  batah Keyra. "Kalian kalau dibilangi berani membantah?" ujar bu Erni. "Ya beranilah, kan kami gak salah. Lagi pula ibukan pasti akan membela gengnya Kak Jessie, karena dia anak kepala sekolah!" cecar Keyra. "Kamu kalau bicara itu jangan sembarangan ya!" ucap bu Erni. "Mulut mereka itu gak pernah disekolahkan, Bu!" sela Jessie. "Ibu Erni, Keyra itu gak pernah bicara sembarangan tapi kenyataan," Ucap Diana "Berikan surat pemanggilan ini kepada orang tua kalian, suruh datang besok," ucap bu Erni sambil memberikan suratnya. "Ibu beneran mau mengundang orang tua kami?" tanya Keyra dengan santai. "Tentu, karena kalian telah berani membuat kekacauan," ucap bu Erni. "Bu saya mohon jangan bu, nanti saya bisa dimarahi kakak saya," ujar Alice. "Gak bisalah, enak aja lo!" ucap Jessie. "Guys, lakukan apa yang bisa kita lakukan dengan surat pemanggilan orang tua ini!" ucap Keyra. "Boleh, siapa takut!" ucap Diana dan Airine bersama dan kemudian mereka bertiga langsung merobek surat pemanggilan untuk orang tua mereka di dalam ruang BK itu. "Wah bu, mereka beneran gak tau terima kasih. Sudah gak dihukum cuma diberi surat pemanggilan orang tua tapi dirobek, Bu," ucap Jessie. "Kalian bertiga beraninya merobek surat itu!" ucap bu Erni. "Ya berani dong," ucap Airine  dengan bangganya. "Dan Alice bawa sini surat kamu, biar kami robek," ucap Keyra dan langsung menarik kertas yang di pegang Alice kuat-kuat sehingga kertas itu robek menjadi dua. "Nah, kertasnya sudah robek semua deh!" ucap Keyra kelewat santai dan menepuk-nepuk tangannya seolah-olah membersihkan debu dari tangannya. "Kalian itu benar-benar-" ucap Bu Erni dengan geram. "Kan ibu maunya orang tua kita datangkan? Gak perlu surat peringatan ini, Bu, kami tinggal telepon pasti mereka langsung datang saat ini juga. Kalau perlu satu keluarga, kami panggil kesini semua," ucap Keyra. "Kalau begitu cepat telepon orang tua kalian!" perintah bu Erni. "Siap bu dan kamu Alice jangan telepon orang tuamu" ucap Keyra. "Gak bisalah," sela Kelly gak terima. "Kau. Diam. Saja." ucap Keyra, Diana, dan Airine serentak dengan penekanan di setiap katanya. "Bu, kami ijin keluar untuk menelepon orang tua kami, ujar Keyra. "Gak bisalah. Gimana kalau kalian kabur?" Tanya Jessie. "Iya betul, gimana kalau kalian kabur?" sekarang tanya bu Erni. "Ya sudalah ijinkan saya dan Diana saja keluar untuk menelepon orang tua kami semua dan sekalian panggil saudara-saudara kami semua kecuali Alice," ucap Keyra. "Ya sudah sana keluarlah dan jangan lupa sekaligus panggil saudara kalian di kelas sana. Saya gak akan takut dan ini surat ijin untuk memanggil saudara kalian keluar dari kelasnya," ucap bu Erni. "Gak perlu surat itu, saudara kami pasti akan di bolehkan keluar dari kelas," ucap Keyra. "Mana mungkin? Bel masuk sudah bunyi sejak 30 menit yang lalu. apakah kalian gak dengar?" tanya bu Erni "Tentu saja kami mendengarnya. Ya udah bu kami ijin keluar dulu. Bye …!" ucap Keyra. *** Setelah itu mereka keluar dari ruang BK dan langsung menelepon orang tua masing-masing dan Keyra tak lupa mengatakan kepada papanya suruh menelepon omnya bahwa omnya juga di panggil hari ke ruang BK. "Ayo, kita kekelasnya Kak Rey dan Kak Vanno dulu," ucap Diana. "Oke," ucap Keyra. Lalu mereka langsung naik ke lantai 2 dan menuju kekelas XI - IPS 1.   tok... tok... "Permisi," ucap Keyra. "O, Keyra ada apa?" tanya Pak Juno - guru akutansi. 'Gue memangnya setan apa? Gue gak dianggep guys, sakit hati nih gue,' batin Diana. "Maaf pak sebelumnya, karena kami menganggu kegiata mengajar di kelas ini. Jadi begini pak kami disuruh sama Bu Erni untuk memanggil Kak Reynan dan Kak Vanno," ucap Keyra. "Oh ya, Keyra kalau kamu ngomong itu jangan terlalu formal gitu kan jadi bukan kayak guru dan murid, tapi lebih seperti atasan dan bawahan," ucap pak Juno. "Ah iya, Pak," ucap Keyra. "Reynan dan Vanno, kalian berdua segeralah keluar dan ikutlah dengan Keyra ke ruang BK," ucap pak Juno. 'Gue bener-bener gak dianggep, Guys,' batin Diana "Terima kasih, Pak," ucap Keyra. "Iya, sama-sama. Sopan boleh Keyra tapi terlalu sopan itu lebih terkesan kaku," balas pak Juno yang hanya di tanggapi senyuman sama Keyra yang binggung mau menjawab apa. Kemudian Keyra pamit untuk undur diri dari sana dan kemudian Keyra menuju ye kelas Key. Yah, Keyra selalu berusaha bersikap sopan dengan siapapun selagi bisa. Bahkan bisa dikatakan kelewat sopan, setiap guru pasti akan mengingatnya karena sifatnya yang terlalu kaku. Tapi jangan salah kalau dengan orang yang memang dekat dengannya Keyra bisa akrab kok. *** tok... tok... "Permisi, Pak," ucap Keyra sementara yang lainnya menunggu diluar dan Keyra masuk bersama Diana. "Kalian berdua kenapa terlambat masuk kelas? Dan kemana juga si Airine dan Alice?" tanya pak Hari - guru matematika sekaligus wali kelasnya. "Sebelumnya saya mewakili ketiga temannya meminta maaf, karena kami tidak bisa mengikuti pelajaran bapak dan kami belum meminta ijin. Jadi alasan kami gak mengikuti pelajaran bapak hari, karena kami habis membuat kerusuhan tadi pagi di lapangan tengah. Sehingga kami mau tidak mau harus keruang BK, untuk bertanggung jawab atas apa yang telah kami perbuat. Dan sekali lagi saya meminta maaf pak, karena kami kesini bukan masuk untuk mengikuti pelajaran bapak. Tapi kami kesini, karena diutus, Bu Erni untuk memanggil Key," jelas Keyra. "Oke, kalau begitu mana surat pemanggilannya?" tanya pak Hari. "Saya juga mau minta maaf sekali lagi kepada bapak kami tidak membawa surat pemanggilannya, Pak. Tapi kami gak berbohong kok, kalau Key memang dipanggil. Bapak bisa lihat diluar kelas, ada dua kakak kelas yang sudah kami panggil terlebih dahulu tadi untuk ikut kita menemui bu Erni juga," Jelas Keyra. "Baiklah saya percaya. Key kamu bisa mengikuti Keyra untuk menemui Bu Erni," ucap pak Hari. "Terima kasih pak dan maaf telah menganggu waktu mengajar bapak," ucap Keyra "Tapi saya masih gak percaya kamu bisa membuat kekacauan," ucap Pak Hari dengan nada kecewanya yang ketara. "Ya sebenarnya bukan aku juga sih yang membuat kekacauan, aku hanya ikut aja, Pak. Karena aku gak suka buat kekacauan kalau gak terpasak pak, tapi lebih tepatnya hari ini aku ikut membuat kekacauan, Pak," ucap Keyra. "Ya sudahlah terserah kamu Keyra dan cepat selesaikan masalah kamu, sebelum sekolah mengambil keputusan untuk men-drop out kamu. Bapak gak mau kehilangan murid yang pintar sepertimu," ucap pak Hari. "Terima kasih, Pak, saya anggap itu bentuk suatu pujian dan saya pamit, Pak," ucap Keyra lalu langsung pergi meninggalkan kelas. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD