Dua hari berlalu tapi belum ada perubahan yang baik pada kondisi Rena. Di siang hari suhu tubuhnya normal, tapi saat malam tubuhnya kembali demam. Lisa dan Juna selalu menemaninya, mengajak ngobrol atau membuat lelucon, namun tidak berhasil membuat Rena tertawa. Lisa takut, Rena meniru sikap mamanya dulu yang bunuh diri karena frustrasi. Juna yang biasanya mampu membuat Rena tertawa lepas sekarang membuat gadis itu tersenyum tipispun tidak bisa. Rasanya Lisa ingin menemui Papa Rena dan memarahinya. Bahkan Lisa tidak tahu ada orangtua yang sejahat itu kepada anaknya. “Jun udah dua hari kita di sini tapi Rena masih nggak mau ngomong.” Lisa memijit pelipisnya, ikut pusing merasakan. “Gue ada ide. Semoga aja ini berhasil.” “Apa?

