bc

WEITA SAMA

book_age12+
1
FOLLOW
1K
READ
others
others
drama
tragedy
comedy
otaku
hackers
city
crime
school
like
intro-logo
Blurb

andai...andai aku dikaruniai kekuatan buat ngehilangin orang yang aku benci di masa lalu, gak akan ada manusia lagi di dunia ini

~

wita watson, seorang remaja genius berdarah eropa asia asal indonesia yang berbakat di bidang IT, bertolak ke jepang dengan niat melarikan diri dari masa lalu nya yang kelam.Bukannya masa depan yang cerah ribuan masalah malah ia dapat kan. setelah beberapa minggu di nengri sakura, dia bertemu, berteman dan bahkan jatuh cinta dengan seorang ''ratu'' dari sebuah kelompok berandalan besar. dan dibalik semua masalah dengan ''ratu'' itu, seorang ''tante-tante'' yang bekerja sebagai seorang polisi diam-diam menarh perasaan pada nya.belum lagi ia masih terikat dengan Apriel, cinta masa lalu nya yang ia sendiri renggut nyawa nya. apakah wita akan kembali lari dari masalah seperti dulu lagi? atau akan menghadapinya dengan tangan nya sendiri?.

selamat membaca!!!!!

chap-preview
Free preview
Prolog
Sebelum baca! Wajib follow: @sleepy.yory @yory_senpai Jangan lupa share ya ___________________ 10 Februari ''huft... akhirnya yampe juga'' itulah kalimat pertama yang terlontar dari lisan seorang wita watson ketika ia menginjakkan kaki nya di sebuah stasiun di stasiun minato di chiba. seorang remaja tampan nan menawan berdarah asia-eropa asal indonesia itu berjalan dengan peuh semangat sambil menarik koper berwarna hitam yang ia bawa.jalanan masih tertutup salju saat ia sampai di sana. 11 jam berlalu sejak ia bertolak dari bandara juanda, Surabaya. setelah menaiki kereta hingga sampai di Chiba,ia berniat untuk memakai taxi hingga ia sampai di tempat tujuan nya. Tapi ketika dia keuar dari stasiun tiba-tiba para pejalan kaki yang berada di sekitar stasiun itu berlarian kesana-kemari dan berteriak. ''DUAR!!!''suara sebuah pistol mengaum keras terdengar tak disangka dari kedua arah jalan, dua kelompok orang orang bersenjata saling adu tembak menggunakan senapan-senapan ringan. Sesekali terdengar gemuruh ledakan dan teriakkan yang berpadu dengan suara langkah kaki yang ramai terdengar. ''apa yang terjadi?'' ucap wita dalam hati Ketika wita hendak membalikkan tubuhnya dan berputar, seorang bermasker, dengan topi dan rambut kucir kuda menodongkan senapan nya ke arah wita ''a..apa yang?'' ''DUAR!!!'' orang itu menarik pelatuk nya Ternyata sosok perperawakan seperti seorang wanita itu menembak kan peluru 5.5mm nya ke arah belakang wita.Karena terkejut, wita mengucapkan kata-kata mutiara khas kampung halamannya ''minggir bodo!''orang itu menarik punggung wita dengan kasar ''brak'' tubuh wita terjatuh ''suaranya....dia cewek?' wita memandang lama wanita itu dan melihat sebuah tato berbentuk sebuah ''torii'' terlukis di tengkuk wanita itu ''tuh...beneran cewek?'' perlahan, wanita itu menghilang ditengah kerumunan diiringi suara tembakan yang merdu terdengar. ketika wita berusahan berdiri ''DUAR''mobil yang berada di samping wita meledak.tapi untung nya sebelum mobil itu meledak seorang remaja berambut putih lebih dulu menarik tubuh wita dan melemparnya ke pinggir jalan ''ahhh'' ''bodo! minggir napa !?''ucap orang itu ''DUAR'' "DUAR''orang itu meluncurkan peluru-peluru sari sepucuk senapan rakitan yang ia bawa ''OY! pergi sana! mati ntar'' ''ma..makasih.....'' ''dah. pergi aja!'' mendegar perintah orang itu. Wita segera meraih koper nya dan berlari ke arah sebuah g**g dan menyandarkan tubuh nya ke sebuah pagar.Dengan nafas tersengggal wita berkata ''apa lagi... nih?''wita menghela nafas''dah lah, duduk di sini aja dulu'' ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 2 hari berlalu sejak terjadinya kerusuhan di stasiun minato ,Chiba mulai reda,wita mencari penginapan untuk nya bermalam selama beberapa hari di chiba, hingga ia memulai pekerjaan nya di sebuah perusahaan aplikasi di shibuya, Tokyo.Remaja 20 tahun itu di beri tawaran untuk bekerja di sana karena bakat nya di bidang IT. Dia pernah sekali di undang oleh pihak "Google'' untuk bekerja di perusahaan besar itu, tapi dia terpaksa menolak karena masalah ekonomi dan kematian ayah nya. ketika itu matahari sudah mulai meninggi menyinari bumi, jalanan masih tertutup salju. Wita yang saat itu masih meringkup di atas kasurnya oun terbangun karena sinar matahari yang mulai menyusup masuk melaluijendela kamar nya.Dia bangun dan melihat jam yang berada di samping nya.jam itu menunjuk kan bahwa sudah saat nya untuk bangun dan beranjak dari tempat tidur. Dia pun segera berdiri dan mencuci wajah putih bersihnya dan mengambil jaket. ''butuh kopi nih''ucap nya dalam hati ketika ia baru saja melangkah kan kaki nya selangkah demi selangkah, angin dingin berhembus menembus jaket nya dan menyerang kulit nya. ''huhuhuhu''wita merangkul tubuh nya''dingin banget'' agak jauh dari tempat nya menginap, sebuah kedai starbuck terlihat. Dia pun segera menuju kedai kopi terkenal itu, tapi.... ''ohayou gozaimasu'' ''o...ohayou'' ''dono you na messesi gaka hitsuyo desu ka?'' mbk - mbk penjual itu bertanya kebingungan melandanya ketika ia hendak memesan kopi keinginannya dikarenakan ia tidak terlalu faham denagn apa yang dikatakan oleh sang penjual yang merupakan seorang remaja wanita 19 tahunan itu. ''hmmmm'' wita terus saja diam ''oiiii'' ''apa ini'' sesal wita dalam hati ''mana kamusku ketinggalan juga'' ucap nya sambil merogoh kantong jaket dan celananya'' ''nande?...'' 43 detik berlalu dan ia masih mematung di sana ''hmmm'' wanita itu mengerutkan dahi nya ''can you speak Japanese?'' mendengar pernyataan wanita itu wita menggelengkan kepalanya dan menjawab ''no i can't'' ''huft...'' wanita itu menghela nafas ''so... what do you want to order?'' ''can you speak english?'' tanya wita ''yes, why not'' wanita itu memutar bola mata malas ''sipplah...'' ucap wita dalam hati ''untung paham'' ''ehm...dont wasting my time!'' ''o okay sorry, i want a 'Vanila sweet cream cold brew' '' ''tall or short?'' ''tall''jawab wita singkat ''huft...''wita menghela nafas lega ''untung aja ada cadangan bahasa, kalo nggak bisa masalah nih'' selagi menunggu pesanan nya di olah, wita duduk di atas kursi kayu austhetic sambil memain kan ponsel nya. sesekali ia melirik ke arah wanita berambut kecoklatan itu, tak di angka, wanita itu merasakan hawa - hawa tatapan wita dan berkata *anggep aja pake bahasa inggris ''apa liat - liat?'' ''eh'' wita terkejut ''ngga kok, ngga papa'' ''huh... datang dari mana kok ngga bisa bahasa jepang?'' ''indonesia'' ''in-do-ne-si-a'' wanita itu mengeja perlahan suku kata itu dan bertanya ''ngapain kesini?'' ''kerja sambil belajar'' ''kerja? umur mu berapa?'' ''kurang lebih 20 tahun''jawab wita ''dua puluh?!'' ''yups, emang kenapa?'' ''wajah mu kek anak belum lulus sma'' ucap wanita itu dengan nada mengejek di susul tawaan memang benar, wita watson memiliki wajah yang cukup tampan dan sangat terlihat awet muda, begitu juga orang tua dan saudari nya yang sekarang berada di kampung halaman nya. dengan rambut belah pinggirnya yang khas dan sedikit poni yang menutupi setengah dahi nya, ia berhasil membuat seorang 'senior' nya di sma tergila-gila dengan nya ''canda... jangan baper hihi'' ''ilih'' jawab wita dengan tatapan sinis ''percaya diri banget sih kamu, wajah mu aja kayak 'Ueno' di 'Koe no katachi' '' ''emang kenapa?'' ''cantik'' wita tersenyum menggoda seketika pipi wanita itu ''nge-blush'' dan''brak...'' segelas kopi yang ada di tangan nya terjatuh ''ahhhhh'' teriak wanita itu ''padahal bentar lagi jadi lo... dasar'' ''haha kena damage nya sendiri kan'' ''iihhh dasar otaku sialan!'' ''hahhh''wita menghentikan tawaan nya dan berkata''nama mu siapa?'' bukan nya menjawab ia malah memalingkan wajah nya dan berkata ''kenapa? mau apa kok nanya gitu?'' ''lho? emang masalah?'' ''kata mamaku kalo ada cowok yang nanyain namaku ngga usah di jawab'' ''kenapa?'' ''kata mamaku aku itu spesial'' ''tapi aku ada alasan lho'' ''alasan apa coba?'' ''pengen ku ni-ka-hin'' wita kembali melancarkan serangan ''aahhhh''pipi wanita itu kembali memerah ''dasar kau!!!!!'' setelah 6 lebih 10 detik membuat ulang ''vanila sweet cream cold brem'' pesanan wita dengan tidak semangat,ia menyodorkan minuman berwarna coklat gelap itu kepada wita dan bertanya ''beneran mau tahu namaku?'' ''hmmm kalo di bolehin mau-mau aja''jawab wita sambil menerima pesenan nya ''tapi...'' ''kenapa?'' wanita itu menggigit jari nya dan berkata ''beneran mau di nikahin?'' ''anjir, imut sumpah'' wita menahan perkataan nya dalam hati ''ya... ngga lah, cuma canda'' dengan raut wajah ekstra pedas, wanita itu berkata pelan ''na...namaku fu...fujin, senang bertemu dengan mu'' setelah melihat pemandangan menyegarkan itu wita berfikir ''WITAAAAAAA NGAPAIN NGGA NJAWAB IYA AJA!!!!!!'' ''ehm..'' wita berdehem pelan dan berusaha mengendalikan diri. wanita bernama fujin itu pun berjalan kembali ke tempat nya dan berkata ''kopi nya... aku aja yang bayarin'' ''beneran?'' ''iya, kamu enak di ajak bicara soalnya'' ''ma...makasih'' fujin melihat ke arah jam tangan nya dan berkata pelan '' 11:02 waktunya ganti shift nih'' ia melepas seragam dan topi nya dan bertanya kepada wita ''rumah mu mana?'' wita mengusap sisa cream yang ada di bibir nya dan menjawab ''sementara nginap di kamatori'' ''deket dong'' ''ya... lumayan'' jawab wita ''mau barengan ?'' ''kamu mau kemana?'' ''pulang lah... dah ganti shift soal nya'' ''ok ngga papa, tapi ngehabisin ini dulu bentar'' ketika mereka melangkah pergi dari kedai itu angin dingin kembali berhembus kencang membuat wita dan fujin sedikit menggeram. memang ketika itu adalah sedikit bagian akhir dari musim dingin, ketika itu jalanan masih agak tertutup salju. fujin bertanya kepada wita ''kedinginan?'' ''lumayan''jawab wita singkat ''di tempatmu pernah ngga sedingin ini?'' ''ngga soalnya tempatku iklim nya tropis'' ''jadi cuma dua musim?'' ''yups, panas sama hujan doang'' ''emmm''fujin mengangguk ''tadi namamu siapa?'' ''wita watson'' ''watson?'' kenapa? ''ortumu dulu pecinta serial detektif?''ucap fujin dengan nada bercanda ''kagak lah'' ''hihi'' fujin tertawa ''hmmm w-i-t-a kalo ku panggil weita aja gimana'' ''weita? maksudmu...'' ''yups, weita'' ''kamu ingin aku jadi babu?'' ''yups weita-ku'' ''maksud mu weita jadi itu''wita terlihat tidak setuju ''hahahahah'' fujin malah tertawa ''ginikan pas aku jadi fujin nya'' ''fujin? apa?'' ''itu lho, fujin'' ''dasar kau'' ''hahahah'' fujin kembali tertawa tiba-tiba ponsel fujin berdering, ia pun segera mngambil benda gepeng itu dari waist bag yang ia kenakan ''ya kenapa?''tanya fujin kepada lawan bicara nya, raut wajah wanita itu terlihat cemas dan tidak senang ketika menjawabnya. karena penasaran wita pun bertanya '''ada apa? masalah?'' ''ngga kok cuma ada panggilan'' ''dari siapa?'' fujin mengambil ikat rambut dari weist bag nya dan mengucir kuda rambut indah nya, terlihatlah sebuah tato berbentuk torii di tengkuk nya ''tato itu...'' ''maaf ya aku pergi duluan'' belum sempat wita bertanya, fujin berlari ke pinggir jalan dan menghentikan sebuah taksi, sebelum ia masuk dan menutup pintu mobil kuning itu iia berkata ''bye'' wita pun melambaikan tangan nya perlahan dan berkata ''bye'' setelah ia menurunkan tangan nya, ia terdiam sejenak dan berkata pelan ''tato itu... kek pernah lihat tapi dimana?'' ia memegang dagu nya ''dimana ya....'' ----------bersambung

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Secretly Rejected My Alpha Mate

read
36.5K
bc

Claimed by my Brother’s Best Friends

read
826.3K
bc

The Luna He Rejected (Extended version)

read
621.4K
bc

The Lone Alpha

read
125.8K
bc

His Unavailable Wife: Sir, You've Lost Me

read
11.2K
bc

Bad Boy Biker

read
8.9K
bc

The CEO'S Plaything

read
20.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook