"Buburnya berapa mangkuk, Mbak?" tanya Mang Didi pada Masayu. "Nggak, Pak. Saya nggak beli bubur, saya cuma mau nyapa orang tua siswa saya yang tadi itu," jawab Masayu lalu pergi. "Oalaaah, kirain mau nyabu juga, Mbak." Saat Masayu keluar dari tenda bubur Mang Didi, mobil Davin sudah tidak ada dan ia jadi kesal. "Masa istrinya sih? Setahuku Pak Davin itu udah lama menduda, bahkan usia perempuan tadi tampak lebih muda daripada aku," pikir Masayu. Tapi dia tak bisa berlama-lama lagi, ia pun kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju ke sekolah. Sepeninggal Shanaya, Davin dan Masayu, Galih datang dengan gaya petantang petenteng, sepertinya dia mendapat informasi tentang keberadaan Shanaya di warung bubur Mang Didi. "Mana dia? Lah? Mana? Sialan malah pada ngerjain gu

