Shanaya tidak menolak, dengan senang hati ia segera membuatkan makanan yang Reiner inginkan, bahkan bukan hanya kue pancong saja, Shanaya juga membuatkan makanan lain yang sukses menggoyang lidah si judes Reiner. Tapi walaupun lidah dan perutnya terpuaskan, Reiner masih pantang untuk mengucapkan terima masih pada Shanaya. Apakah Shanaya sakit hati? Jawabannya adalah tidak! Karena bagi Shanaya, Reiner mau bicara dengannya saja, itu sudah menjadi sebuah kemajuan, Shanaya tetap mensyukuri hal itu. * * "Bahkan aku nggak tau kalau Reiner itu Atlet, Mas. Keren deh, aku berharap Rein lolos seleksi Timnas," ucap Shanaya sambil membantu Davin melepaskan jasnya. "Rein sudah masuk Sekolah Sepakbola sejak usia TK, sekarang masih di Akademi di dalam negeri, maunya mendaftar di Akademi di luar neg

