“Yang." Seruan itu yang terdengar terakhir kali di telinga Indah ketika semuanya lalu menjadi gelap. Saat ini ia ingin sekali membuka matanya, tapi kedua kelopak itu terasa sangat lengket. Ia berusaha tapi tak mampu juga. "Boss, untuk meeting dengan Mr. Takagi, saya re-schedule. Saya sudah menghubungi sekertarisnya." 'Itu suara Mas eh Rio maksudnya. Kenapa dire-schedule? Apa karena aku? Nanti aku lagi yang kena getahnya,' gerutu Indah dalam hati. "Hmm. Tanya ke Dokter kenapa dia belum sadar juga? Ini sudah lebih dari satu jam!" Indah menelan ludahnya. 'Itu suara Pak Boss. Duh kedengarannya dia marah banget. Gimana ini? Apa aku gak usah bangun aja ya?' Suara ponsel yang berbunyi membuat Nathan yang sedari tadi duduk di samping Indah, jadi menggerutu. Keningnya berkerut ketika meliha

