“ABAAANGGGGGGGGG!!!” Nathan melihat Indah polos, sepolos-polosnya, sedang duduk menyandar dalam bilik shower dengan tangan dan kaki yang saling menyilang. Berusaha menutupi apa yang bisa Indah tutupi, walaupun percuma. Nathan sempat tertegun lalu menelan ludah melihat kondisi istrinya. Indah melempari Nathan dengan botol shampoo yang membuatnya jatuh juga membuatnya dalam kondisi memalukan seperti sekarang. “KELUARRRRRR!!!” Nathan keluar lagi dari bilik shower tapi tidak dari kamar mandi. “Yang, ma-maaf, Yang. Aku gak sengaja." “Gak sengaja tapi bisa-bisanya Abang bilang hamdalah gitu?!” Indah ingin sekali mengejar Nathan lalu memukulinya dengan apapun yang bisa ia raih. Namun, tidak mungkin. Untuk menggerakkan kakinya saja, ia tak mampu. Belum lagi Indah mulai menggigil kedingina

