“Boss Abang.” Budi beserta anak buahnya yang sampai dengan selisih lima menit dari Nathan. “Hape Indah ada di sini, Om.” Nathan mengacungkan penemuannya tak lama setelah menyusuri daerah sekitar situ. Budi yang mengerti bila penemuan benda tanpa pemiliknya bisa berarti pertanda buruk, langsung mengerahkan anak buahnya untuk melakukan pencarian. ‘Aku akan menemukan kamu, Yang. Dan siapa pun yang berada di balik penculikan kamu ini, akan membayar sangat mahal,’ tekad Nathan dalam hati. Tak lama kemudian, ponsel Nathan berdering. “Halo, Pi.” “Bang, kamu di mana?” “Abang lagi di P**, Pi.” “Kamu di sana juga?” Nada suara Reza yang tak biasa membuat Nathan terkejut. “Iya, Pi. Ada apa?” “Adek kamu, Nala juga hilang. Menurut asistennya, terakhir kali dia ninggalin Nala pas di mall dan B

