Nathan bersiul mengikuti irama lagu yang terputar di list Spotify, di mobilnya. Sengaja ia mengendarai sendiri Porsche terbaru miliknya yang berwarna silver metalik itu. Ia akan menjemput Indah di mall, lalu mengajaknya melihat perusahaan yang sudah ia siapkan. Perusahaan yang bergerak di bidang jual beli bahan bangunan yang berskala lebih besar daripada milik Ayah Indah sebelumnya. Apalagi perusahaan yang baru diresmikan oleh notaris akta pendiriannya itu, sudah memiliki klien tetap, yakni Sentosa Properti. Semua bahan bangunan untuk apapun yang dibangun oleh Sentosa Properti akan dipasok oleh perusahaan yang akan Nathan berikan kepada Indah hari ini. Saat ini perasaan Nathan sedang bercampur aduk. Senang bercampur takut. Ingin segera jujur dan meminta maaf kepada Indah, tapi juga takut

