Pagi ini Nathan dan Indah dilanda kecanggungan yang sulit mereka atasi. Mulai dari bangun pagi, hingga sarapan selesai. "Yang." Indah agak kaget karena suaminya itu baru bersuara pagi ini. Meski dari bangun tidur mereka bersama, tapi baru ini Nathan mengeluarkan suara. "Iya?" "Nanti malam aku ada acara." "Terus? Abang pulang lebih malam, gitu?" "Aku mau kamu nemenin aku. Kalau kamu gak keberatan." Indah mengedipkan matanya beberapa kali. Ia memang pernah membaca ada pasal dalam kontrak nikah mereka, bila Indah harus menemani Nathan ke beberapa acara resmi, sebagai seorang istri pada umumnya. "Kamu gak mau ya, Yang?" tanya Nathan lagi karena Indah belum juga menjawabnya. Indah menggeleng. "Nggak kok, bukan gitu. Cuma aneh aja Abang minta aku kayak gitu. Kan di kontrak aku emang..."

