Flashback

1966 Words

Indah menelan ludahnya. Tak punya kata-kata untuk membalas omongan Sandra. Ingin pergi, tapi ia harus membereskan beling yang berserakan di lantai. Sandra melangkah dan menginjak beling-beling itu dengan heels-nya. “Kehadiran lo cuma bisa mencoreng nama besar keluarga Rezyawan. Kalau gue jadi lo, gue bakalan lari dan bersembunyi. Ah… tapi gue lupa kalau lo kan urat malunya udah putus.” Indah merasa jengah kemudian berdiri. Menatap Sandra meski dirinya gentar. “Lo juga liat foto itu?” “Sure. Nathan cerita semuanya sama gue, karena emang gue sedekat itu sama dia dan keluarganya,” Indah menelan ludahnya, ia tak bisa mengelak. Ia tak tahu mengenai foto dan juga lelaki yang dimaksud Sandra dan Nala. “Gue gak peduli lo mau jijik atau nggak. Karena Nathan maunya nikah sama gue.” Ingat, sehi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD