"Pak Boss kok ada di sini?" Hari sudah cukup malam, tapi Nathan muncul tanpa pemberitahuan apapun. Indah meraih tas kerja juga jas Nathan tanpa ada yang menyuruhnya. "Kamu nanyain kenapa aku ada di apartemenku sendiri?" tanya Nathan balik. “Bukan gitu….” Nathan duduk di sofa di ruang televisi, sedangkan Indah sudah menghilang ke dalam kamar. Nathan memejamkan matanya, tapi bisa mendengar setiap langkah Indah. Nathan juga bisa mendengar suara air yang diisikan ke dalam gelas. Nathan tersenyum sangat tipis, ketika ia bisa merasakan langkah Indah sudah semakin dekat dengan tempatnya duduk. "Minum dulu, Boss. Mumpung airnya masih anget. Mau dibikinin kopi gak?" Nathan memasang wajah malasnya. Padahal dalam hati ia sangat senang. “Ini aja," jawabnya seperti orang menggerutu. "Kalau ca

