Prolog
Berjalan perlahan mendekati sebuah gedung bertingkat. Terlihat bahwa gedung tersebut sudah tidak berpenghuni lagi. Sangat usang.
Ya, gedung itu memang sudah sengatan lama di tingalkan di karna kan ada sebuah tragedi yang menimpa gedung tersebut hingga sang pemilik gedung terpaksa menutup dan meningkatkan gedung itu.
Gadis tersebut telah sampai di atas gedung, memandang ke bawah sembari memejamkan matanya menikmati semilir angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya.
Rambutnya terikat rapih di atas kepala yang hanya tinggal menyisakan poni di samping kepala. dengan bando pita berwarna hitam yang berada di samping bandonya.
Ia menggunakan dress berwarna biru tua dengan motif bunga berwarna biru, terdapat tali yang dia ikat menjadi pita, dan bagian atas dress tertutup oleh jaket berwarna putih polos.
Matanya terbuka kemudian memasukkan tangannya untuk mengambil kertas yang ada dalam saku jaketnya dan juga ia mengambil bolpoin di saku jaket sebelahnya.
Menuliskan huruf demi huruf hingga tak sadar kalau sebentar lagi matahari akan pergi bersama dengan sinarnya dan di gantikan oleh bulan yang menyinari bumi.
Menghentikan tangannya dari kegiatan menulis saat dia merasakan bahwa kertas yang ia bawa untuk menulis telah penuh oleh tulisannya sendiri.
Berhenti sejenak lalu kemudian ia kembali membaca ulang semua tulisannya. Sebuah senyuman kecil muncul dari wajah cantiknya setelah ia selesai membacanya.
Memandang sekitar, yang dia dapati adalah cahaya lampu di setiap jalan saat dia melirik ke arah pergelangan tangannya, melihat jam tangan yang terpasang di sana.
Jam sudah menunjukkan pukul 18.10, tandanya dia harus bergegas untuk pulang meninggalkan gedung itu. Entah sudah berapa lama dia berapa di atas. Yang pasti sangat lah lama.
Sebelum turun dari atas gedung, gadis tersebut melipat kertas menjadikannya sebuah bentuk yaitu pesawat. Kemudian menerbangkannya sembari berucap.
"Terbanglah setinggi langit, terbanglah yang tinggi, ku harapan kau bisa mengirim kan semua tulisan ku untuknya"
Tes
Satu tetes air mata berhasil lolos dari mata indah itu. Gadis tersebut segera Menghapusnya lalu kemudian dia berbalik menuju tangga saat menlihat pesawat yang ia terbangkan telah hilang dan tak terlihat lagi dari pandangan matanya.