bab 7 rumah sebesar ini penghuninya hanya aku

1004 Words
aku mulai membuka mata ternyata sudah jam 9, baru kali ini aku bangun kesiangan. aku keluar dari kamar kak vano. lalu kembali menyeret tubuhku ke atas buat mandi. mulai hari ini aku harus melakukan semuanya sendiri. aku melihat tangga dari bawah, ini pengalaman pertama aku naik tangga, aku mulai menstabilkan nafas. ayo Keenaaan kamu pasti bisa, aku berusaha meyakinkan diri ku sendiri bahwa aku pasti bisa. aku berbalik membelakangi tangga, aku coba tahan dengan kaki kanan, lalu aku jongkok setelah itu aku berusaha mengangkat tubuhku untuk duduk di atas anak tangga, dan begitu seterusnya sampai aku sampai di atas. saat sudah di atas aku melihat ke bawah rasa nya masih seperti mimpi seorang Keenan mampu menaiki tangga sendirian. aku menyeret tubuh ku ke kamar, aku berusaha membuka baju dengan kaki, kali ini aku mandi tanpa sikat gigi, karna tempat sikat gigi di simpan terlalu tinggi membuat aku sulit untuk mengambil nya, dan yang jelas tanpa sabun juga. setelah mandi aku menyeret tubuhku ke arah lemari, untung lemariku pintu nya model dorong, jadi mudah untuk aku mengambil baju. aku mengambil baju kaos berwarna abu abu muda dan celana pendek di atas lutut yang warna nya hampir senada. saat menarik celana aku tidak sengaja menjatuhkan baju yang sudah di susun rapi oleh mbak jihan, aku menarik nafas lelah melihat bajuku berserakan di lantai. setelah siap memakek baju aku berusaha membereskan baju yang aku berantakin tadi dengan kaki kanan. setelah itu aku memasuki nya kembali ke dalam lemari, walau pun tidak Serapi tadi ya setidak nya baju ku sudah berada di tempat nya kembali. perut sudah terasa lapar, tadi malam aku hanya makan satu apel dan minum satu botol air putih, aku gak berani mengambil banyak makanan kak Andra. aku mengambil tas selempang berukuran sedang berwarna peach salem yang ada di pojok lemari, aku memasuki hp kedalam tas, dan tidak lupa dompet kecil berwarna peach tua, siapa tau nanti aku butuh uang, rasa nya sangat melelahkan kalau dalam sehari aku harus naik turun tangga. aku kembali menyeret tubuh ku ke arah tangga, aku melempar payung ke bawah, karna ada tas aku tidak mungkin bisa menghimpit payung melewati tangga. rasanya perut ku begitu perih sangking laper nya. begitu udah di bawah aku langsung menuju ke dapur, aku menyerat tubuhku semakin mendekat ke meja makan. aku menggeser kursi agar sedikit mundur kebelakang, aku berusaha menarik nafas panjang sebelum aku berusaha berdiri dengan kaki kanan ku. aku mencoba tahan dengan kaki kanan ku dan pelan pelan berusaha untuk berdiri. pruuuuk aaaaw, aku malah jatuh dan jidat ku kejedot kaki kursi, rasanya jidat ku berdenyut denyut. aku mengabaikan rasa perih di kening ku lalu aku coba lagi dan aku kembali jatuh. ternyata selama ini aku terlalu manja hingga hal kek gini aja membuat aku hampir menyerah. tapi aku harus terus mencoba untuk berdiri dengan satu kaki tapi berulang kali nya aku kembali gagal. ayooo keenaaaaan kamu gak boleh lemah, bismillah kali ini aku pasti bisa. aku mencoba lagi untuk menjaga keseimbangan dengan satu kaki, kali ini aku harus lebih sabar lagi. aku mencoba jongkok setelah itu pelan pelan aku mencoba untuk berdiri. dan akhirnya nya kamu berhasil Keenan. setelah usaha ku berhasil aku duduk di atas kursi sebentar, aku berusaha mengatur nafas berulang kali, rasanya aku begitu ngos ngosan sangking capek nya. aku menaikan kaki ku keatas kursi lalu mencoba jongkok dan pelan pelan berusaha berdiri, gak butuh banyak usaha sekarang aku udah duduk cantik di atas meja makan. sekali pun hal ini terlihat biasa saja untuk orang lain tapi hal ini adalah pencapaian yang luar biasa buat aku. aku mengambil roti mengunakan mulut, lalu menyeret botol selai coklat kehadapan ku, aku tahan dengan kaki lalu aku mencoba memutar tutup nya dengan mulut, tapi soal silai aku gagal. ya udah lah aku hanya menikmati roti tawar tanpa olesan apapun. karna dalam keadaan laper kek gini terasa roti tawar ini lebih enak dari biasa nya meskipun tanpa olesan. setelah menghabiskan tiga roti, aku turun dari meja. yang jelas turun dari meja seribu kali lebih gampang dari pada naik. aku tinggal mendorong kursi agar mundur sedikit lagi lalu menurunkan kaki, setelah itu duduk di atas kursi. aku istirahat sebentar karna aku butuh banyak tenaga buat ngambil minum. setelah aku turun kelantai aku menyeret tubuhku untuk mengambil minum, aku berusaha berdiri untuk mengambil cangkir, yang jelas tidak sesusah tadi saat pertama, dan menggigit di bagian gagang nya, lalu sedikit nunduk untuk menarok gelas di dispenser setelah itu aku menekan nya dengan mulut. saat gelas telah terisi aku gigit di bagia bibir gelas lalu menungging nya sedikit, saat air menyentuh tenggorokanku persis seperti tanah di musim kemarau yang di sapa air hujan, adem banget rasa nya. setelah semua urusan ku di dapur selesai aku menyeret tubuh ku ke kamar kak vano. sekarang kamar kak vano sudah seperti kamar kedua untuk ku rasa nya sangat nyaman, tak terasa berlahan mata ku terlelap. ***** Allahu akbar, allahu akbar asyhadu allaa ilaaha illa allah asyhadu anna Muhammadar Rasullullah hayya 'alash shalaah hayya 'alal falaah. sayup sayup aku mendengar azan berkumandang. pelan pelan aku mencoba buka mata, ya allah udah jam 6 itu berati azan magrib dong. gak terasa aku sudah tidur 5 jam, entah kenapa hati ini terasa sangat hampa lalu aku keluar dari kamar kak vano. sepi, sunyi menjadi satu. tanpa terasa air mata ku jatuh, aku melihat ke arah sofa yang ada di ruang keluarga, di situ dulu keluarga kita ngumpul, masih teringat jelas saat kak Andra dan via selalu ribut dan saling melempar bantal. tak pernah terlintas di fikiran aku kalau rumah sebesar ini penghuni yang tersisa hanya aku. aku tak pernah menduga kalau hidup aku akan di peluk rasa kesepian seperti ini. entah kenapa malam ini aku sangat merindukan umiii. aku kembali ke kamar kak vano dan kembali berbaring di ambal berbulu milik nya. aku meluapkan semua rasa sesak di dalam d**a ku yang ku coba tahan selama ini, aku menangis sambil berteriak. malam ini aku merasa sangat putus asa, sesakit ini hidup sendirian. tanpa terasa sangking lelah nya aku menangis sampai aku tertidur.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD