Noid 22

1238 Words
Tae dan Jimmy memutuskan untuk kembali ke Dorm lebih dulu. Sementara itu, Jeon-gu dan Minmin berencana berada di atas atap gedung studio. Duduk dan menikmati saat berdua di sana. Minim kini duduk menunggu si bunny. Hari ini Minmin khusus datang ke sana membawakan kopi dingin dan green cheese cake untuk Jeon-gu. Ia baru saja gajian jadi gadis itu merasa tak ada salahnya jika ia mentraktir Jeon-gu yang telah banyak membantunya. Gaji yang ia dapatkan adalah hasil upah menjaga anak-anak squinoid. Jeon-gu berlari ke atas dengan senyuman mengembang di bibir. Setelah sampai ia segera membuka pintu atap. Melihat Minmin yang sedang duduk dan menunggunya. "Minnie," panggil Jungkook. Iya 'minnie' panggilan baru untuk Minmin dari Jungkook. "Kookie oppa," sahut Minmin menunjukkan senyum di wajahnya. Walaupun hatinya masih berada pada si putih salju yang berhati dingin itu. Ia berusaha menerima Jeon-gu. Bukankah ia harus rasional? Sekali lagi ia terus mengingatkan dirinya bahwa Jeon-gu lebih tampan, juga ia terlihat benar-benar menyayangi dirinya. Jungkook berjalan kemudian duduk di samping Minmin. Mata mereka bertatapan, Jeon-gu malu lalu mengalihkan pandangan dari gadis yang ia sukai. "Ini, buat oppa," ucap Minmin menyodorkan kopi dingin dan cake yang ia beli. "Hari ini Heosok oppa bayar gaji ku setelah membabu tiga bulan ini." "Hahahaha, selamat Min! lain kali aku yang akan traktir kamu. Mungkin, aku nggak bisa umumin hubungan kita sekarang Min. Karena, BTL baru aja mau keluarin album comeback baru. Aku harap kamu sabar." "Enggak masalah oppa, aku kan kenal kalian. Aku tau gimana susahnya saat kalian berhadapan sama wartawan dan fans setiap kali ada masalah kaya gini." Pria itu tersenyum mendapati Minmin yang pengertian sekali menurutnya. Ia memegangi wajah Minmin dengan kedua tangannya. "Terima kasih sayang." Blussshhh Wajah Minmin memerah seketika. Jantungnya berpacu. Baru saja belum sejam yang lalu ia berpikir masih menyukai Yunki. Kini hatinya seakan-akan akan melompat keluar dari tubuhnya karena apa yang dilakukan ucapkan pria di hadapannya. "I-iya," Minmin berujar diiringi anggukan terbata. Grab Jeon-gu kemudian memeluk Minmin. Buat gadis yang belum pernah merasakan romansa pacaran itu membelalakkan matanya, ia bahkan menahan nafas agar Jeon-gu tak mendengar derunya. "Jangan tahan nafas," pinta orang Jungkook. "Pffffff, pffffff," Minmin menghembuskan nafasnya perlahan-lahan. Jeon-gu, menahan tawa melihat kelakuan kekasihnya itu. Sebenarnya ia awalnya berpikir jika Minmin adalah playgirl akibat apa yang dilakukan Minmin waktu lalu. Saat ia sengaja menabrakkan bibirnya ke. Tapi, semakin ia mengenal Minmin. Ia tau jika Minmin bukan seperti gadis yang ia pikirkan. Dan itu membuatnya berjanji akan menjaga gadis ini baik-baik. "Aku menyukaimu, Minnie," ucap Jeon-gu. Minmin mengangguk. "Aku juga suka sama oppa." Minmin kemudian berusaha melepas pelukan Jeon-gu. Tapi si bunny kembali menariknya. "Aku pingin meluk kamu sebentar." Minmin mengangguk dan membiarkan diirinya dipeluk. *** Jimmy dan Taehyung sampai ke dorm. Mereka melihat douB yang sedang sibuk dengan ponsel milik Yunki. Keduanya tengah bermain game memberi makan ikan. "Bon yang itu belum makan," ucap Bongbong sambil menunjuk ikan yang ia maksud. "Yang ini?" tanya Bonbon sambil menunjuk ikan berwarna merah di ponsel. Bongbong mengangguk. Bonbon kemudian memberikan makan setelah mendapat jawaban dari saudari kembarnya. "Yaah, diambil yang item. Jahat dia nih," kata Bongbong kesal. "Jangan marah, kita kasih aja lgi. Masih banyak makanannya." Jimmu dan Tae tersenyum melihat bahwa squinoid mereka perlahan menjadi dewasa. Biasanya mereka akan berlari mencari perhatian Jimmy dan Tae saat keduanya pulang. Tae berjalan ke kamarnya ia akan mandi dan berniat menemui Soogi. Sementara Jimm berjalan ke kamar Yunki. Ia baru saja akan masuk. Tapi, mendengar Reya dan Yunki berbicara dari luar kamar. "Alasan kamu keluar dari bighit waktu itu karena gosip aku itu kan?" "Jangan kepedean Min Yunki—," "Reya tolong—" "Aku keluar karena cidera kakiku! Bukan karena kamu! Please stop bahas ini— aku mau bahagia sama Jimmy." "Ayo kita ke rumah sakit." Ajak Reya mencoba meredam emosinya. "Nggak perlu, kamu bahagia aja sama Jimmy. nggak perlu perduli sama aku." Jimmy terdiam, ia terpaku di depan pintu mendengar apa yang Reya dan Yunki bicarakan. Mereka pernah pacaran? Reya cidera kaki? Kreek Pintu terbuka Reya baru saja akan keluar. Ia menatap Jimmy yang kini berada di sana. Apa Jimin mendengar semua? Batin Reya. Sungguh ia tak ingin menyakiti Jimmy dengan pembicaraannya dengan si pucat itu. Jimmy tersenyum, ia kemudian mengusap kepala Reya. "Aku baru mau masuk. Kamu mau keluar." Tapi, bukannya aku nggak usah khawatir karena Reya udah ngasih semua ke aku? Bukannya itu berarti Reya tulus? Memikirkan apa yang ia dan Reya lalui bersama. Ia memilih melupakan apa yang sudah ia dengar barusan. Toh, tadi Yunki menyebut namanya. Bukan ia ingin melukai pria itu. Tapi, ia sendiri tak mengerti harus bagaimana bersikap dalam situasi ini. "Tunggu, di depan ya, Tae mau minta tolong lagi. Kita bakal habisin waktu sama Jijji," kata Jimmy sambil mengacak rambut Reya. *** Namjun mengantar Minji ke lokasi shooting. Bersama Seojin juga dalam satu mobil. Minji yang mengendarai mobil. Karena Namjun yang masih takut jika harus mengemudi dengan banyak penumpang. Mobil berhenti di salah satu taman, ya hari itu shooting diadakan di taman. Adegan yang akan di ambil hari ini. Adalah saat jin harus memilih di antara Minji dan isterinya. "Aku turun ya," ucap Minji. Namjun mengangguk sambil mengarahkan pipinya ke Minji. Cup! Minji mengecup pipi kekasihnya itu. "Aish, aish," gerutu Seojin sambil berjalan turun dari mobil. "Ati-ati pulangnya." Minji kemudian berjalan keluar mobil. Sambil melambaikan tangannya menuju lokasi shooting. Dari dalam mobil Namjun memerhatikan Minji yang perlahan menghilang dari pandangan. Tapi, ia tak segera kembali ke dorm. Ia memilih memperhatikan Minji shooting. Ia penasaran juga bagaimana kekasihnya itu berakting. *** Saat ini Tae, Jimmy dan Reya menunggu kedatangan Soogi. "Tae, sebenarnya kamu mau ngomong apa ke Soogi eonni?" tanya Reya. "Aku mau tanggung jawab," jawab pria dengan senyum kotak itu. "Apa tanggung jawab?" tanya Reya bingung ia kemudian menatap Jimmy dan yang ditanya hanya mengangguk. Reya senang sebenarnya, tapi wajah Tae benar-benar serius dan sedikit tak sesuai dengan niat baiknya. Tak lama mobil Soogi datang. Mobil itu berhenti di depan pagar rumah. Terlihat Jijji keluar dari mobil. Ia berlari kemudian memeluk Reya. "Tante," ucapnya. "Hari ini Jijji nginep rumah imo ya?" Soogi menatap heran. "Emang kenapa Jijji nginep?" "Tae— mau ada yang diomongin," kata Jimmy. "Ayo Ji ya." Ajak Jimmy sambil menggandeng tangan Jijji. Dan ajaib Jijji yang biasa menolak kali ini menurut. Jijji biasanya menolak jika Soogi akan berbicara atau akan ada acara dengan Tae. "Mau ngomong apa?" tanya Soogi setelah Reya dan Jimmy berjalan meninggalkan Mereka. "Aku mau tanggung jawab nun." "Tanggung jawab?" "Aku yakin kamu bahkan hamil. Soalnya entah berapa kali aku keluar di sana." Kata Tae polos sambil menunjuk perut Soogi. "APA?!!!!" *** Sementara itu Reya dan Jimmy bersama Jijji. Mereka sedang bernyanyi bersama lagu BT. Mereka bersenandung bersama. "Jijji, tumben mau Tante?" tanya Reya. "Iya, soalnya ternyata Om Tae baik." Ucap Jijji. Jimmy tersenyum mendengar jawaban Jijji. "Emang Om Tae baiknya gimana ji?" "Waktu kemarin Om Tae mau repot-repot bantu Eomma olahraga diet." Reya dan Jimmy membulatkan mata tentu saja keduanya terkejut. Lalu dengan susah payah menahan tawa, keduanya engingat kejadian tempo hari. Andai Jijji tau apa yang sebenarnya terjadi. "Mungkin hari ini Om Tae mau bantu ibu diet lagi. soalnya hari ini Ibu makan banyak sama Jijji." Jimmy dan Reya benar-benar berusaha keras menahan tawanya. Ia tak ingin Jijji merubah arah pikirnya karena tawanya nanti. "Ya kan Tante Reya?" Tanya Jijji. Reya mengangguk, ia lebih bisa mengendalikan diri. Sekaligus belajar, mungkin suatu saat jika ia memiliki anak. Ia akan menghadapi hal semacam ini. **** . . . . . .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD