Reya berada di kamar Hyunjin yang kini telah terlelap. Ia kecup dan cium pipi buah hatinya itu karena merasa bersalah telah membentak Hyunjin tadi siang. Tentu saja selama ini Reya hampir sama sekali tak pernah memarahi Hyunjin. Ia selalu menahan emosi setiap kali berhadapan dengan Hyunjin yang mulai tantrum dan marah setiap kali ia begitu rindu dan memaksa untuk bertemu dengan sang ayah. Dalam hatinya, Reya merasa kalau kasih sayang yang ia berikan tak cukup untuk Hyunjin meski ia telah memberikan semua yang terbaik. Kadang Reya berpikir kalau kesalahan terbesarnya adalah mengenalkan Jimmy pada Hyunjin. Dalam hatinya ia pernah berharap jika Jimmy akan menemukannya dan mereka kemudian hidup dengan bahagia bersama Hyunjin. Hanya saja empat tahun ini berlalu begitu saja tanpa ada kabar dari

