Joo Hyun termenung di balkon kamar Dewi Macaria. Ia menatap kosong langit gelap di atas sana. Pikirannya sangat kalut. Dihantui oleh perasaan bersalah dan juga benci, membuat Joo Hyun tak bisa tidur nyenyak malam ini. Joo Hyun menghela nafasnya berat, “Masih memikirkan tentang yang tadi?” tanya Dewi Macaria yang tiba-tiba mengagetkan Joo Hyun. Joo Hyun menoleh dan mendapati Dewi Macaria yang berdiri di belakangnya dengan dua cangkir mug yang Joo Hyun tak tahu apa isinya. Tetapi dari kepulan asap yang terlihat membuat Joo Hyun tahu jika Dewi Macaria baru saja membuat minuman itu. Dewi Macaria mengambil tempat di sebelah Joo Hyun yang tengah duduk di kursi malasnya. Ia menyerahkan satu mug berisi cokelat hangat untuk Joo Hyun. Tak lupa juga dengan sebuah selimut kecil untuk menutupi ked

