Di sebuah kamar yang gelap gulita. Dengan di terangi sebuah sinar cahaya bulan yang menjadi penerangan satu-satunya di dalam kamar tersebut. Thanatos duduk diam di ujung ranjangnya. Ia menunduk dan memandang lekat sebuah bunga mawar putih layu yang di genggamannya. Ia menutup matanya ketika mendekatkan bunga itu ke hidungnya. Di hirupnya wangi bunga layu itu yang tak pernah hilang. "Aria..." Ucap Thanatos. Thanatos berdiri dan berjalan menuju ke sebuah lukisan besar yang ia pajang tepat di depan ranjangnya. ia tatap wajah perempuan yang terlukis di lukisan itu. dengan pelan, Thanatos mengelus lukisan itu menggunakan bunga layu itu dan menatapnya penuh puja. "Sebentar lagi. sebentar lagi Aria. kita akan kembali bersama." ujarnya Adel tersentak kaget di dalam tidurnya ia terbangun

