Dewi Macaria berada di dalam kamarnya. Ia lansung merebahkan tubuhnya pada ranjang kamarnya. Menatap langit-langit kamarnya dan melayangkan pikirannya entah kemana. Dirinya merasa seperti memiliki beban pikiran yang sangat berat. Belum selesai masalahnya dengan Asklepios, kini bertambah dengan masalah Dewa Ares yang kembali melakukan kesalahan yang sama. Dewi Macaria hanya tak habis pikir dengan Dewa Ares, bagaimana Dewa Ares semudah itu untuk terjerat kembali dalam godaan Dewi Approdhite. Tidakkah Dewa Ares tak memikirkan perasaan Dewi Athena yang mencintainya secara tulus? Bagaimana Dewi sebaik Dewi Athena harus Dewa Ares sia-sia kan? Mau di pikirkan bagaimanapun juga, Dewi Athena jauh lebih baik dari pada Dewi Approdhite. Dewi Macaria menghela nafas lelah. Ia berguling ke samping dan

