" Lewat sorot mata mu saja aku bisa kembali pada kepingan masa lalu lagi"
•••••
" Hallo son, bagaimana Perusahaan?" Tanya daniel ketika anaknya baru pulang ke rumah pukul 9 malam
" Hallo pi, aman. Selama ada dava everything is gonna be oke " ucap davandra tersenyum sambil membuka jasnya dan menyimpannya di kursi
" Abang mandi gih, nggak gerah apa baru pulang kantor jam segini " ucap difia
" Betul tuh mi, muka abang lecek banget kek uang kembalian dari pom bensin " ledek adik davandra
" Diem kamu diandra , anak kecil tuh nggak usah ikut ngomong kalau orang dewasa bicara "
" Abang, diandra bukan anak kecil lagi. Diandra udah kuliah " ucap diandra dengan emosi karena dava selalu meledeknya anak kecil karena badannya itu memang mungil dan membuat dava terbahak bahak melihat wajah adiknya yang kesal olehnya. setelah meledek diandra , dava pun pamit ke kamar untuk bersih bersih ..
Di tempat audy, ia sedang sibuk membuat kue maupun roti pesanan pelanggannya, entah itu buat acara nikahan, aqiqahan atau syukuran lainnya. Dengan sabar dan telaten audy membuat semua pesanan dan juga persediaan untuk kedainya dan ketika subuh baru ia panggang jika ada yang mau di panggang atau di goreng.
Pukul 1 malam paling lambat audy baru mengistirahatkan badannya dan ketika pukul 4 subuh ia harus bangun lagi untuk membuat adonan roti, kalau malam khusus kue yang bisa bertahan di lemari es atau tempat penyimpanan lainnya kalau roti baru ia bikin subuh karena adonanya tidak bagus kalau terlalu lama juga tinggal baru di panggang ..
Setiap paginya ketika audy baru membuka kedainya, kedainya selalu ramai pengunjung. Entah itu pegawai kantoran yang malas sarapan, ibu ibu yang malas buat sarapan untuk anaknya maupun anak sekolahan yang mau bawa bekal tapi malas buat tapi audy bersyukur karena itu yang membuat tokonya di kenal banyak orang sekarang ..
" Selamat pagi mbak, mau yang mana?" Tanya audy sopan ke salah satu pelanggannya hari ini dengan stelan kantoran yang rapi
" Saya mau yang itu mbak, roti isi sosis sama roti abon dong "
" Berapa mbak?"
" Saya mau 4 deh, 2 sosis 2 juga abon " dan melody pun mengambil pesanan orang itu dan mengemasnya ke dalam sebuah kardus roti yang memang ia siapkan..
" Makasi ya mbak, duluan " orang itu pun pamit pergi
*****
" Kamu ngapain din?"
" Ehh pak andra, maaf pak saya lagi makan roti tidak sempat sarapan tadi di rumah jadi singgah beli roti deh di jalan tadi " jelas dini ke bosnya yang baru datang dan menggep dirinya yang tengah sarapan
" Ohhh, ya udah kamu lanjut lagi deh sarapannya. Habis itu kamu masuk ya ke ruangan saya "
" Baik pak, terima kasih. Oh iya pak, bapak mau roti? Rotinya enak pak " tanya dini ragu ke bos nya dan andra pun sekilas melirik roti yang ada di depan dini
" Kebetulan saya juga belum sarapan, boleh deh" dan davandra pun melenggang masuk ke ruangannya di susul dini yang membawa roti yang masih ada ia sisahkan.
" Dini, gimana itu persiapan perayaan ulang tahun perusahaan, sudah sampai mana pengerjaannya ?" Tanya dava ketika dini masuk untuk memberi tahu jadwal nya hari ini
" Sudah 80% pak pengerjaannya. Eo sudah ada, catering pun juga sudah ada, semua akan selesai pas hari H pak " jelas dini
" Oh iya soal makanan ringannya nanti gimana? Sepertinya roti yang kamu berikan ke saya tadi memang enak dan saya rasa itu cocok untuk masuk ke daftar makanan nanti di acara ultah perusahaan "
" Yang saya dengar pak pihak catering yang akan menanggung kue tapi kalau bapak ingin roti seperti tadi boleh pak, karena di kedai itu juga menjual aneka kue juga pak "
" Memang kamu beli dimana?"
" Di melody Pastry and Bakery pak, tempatnya tidak jauh kok dari sini " dava sempat berpikir sejenak
" Kamu atur jadwal saya, dan kamu beri tahu pemilik toko itu kalau saya mau ketemu sama dia. Saya akan tes kue dia dulu, kalau cocok akan saya pesan untuk acara nanti "
" Baik, kalau begitu saya pamit dulu "
Setelah di perintah oleh dava, dini pun langsung ke lantai bawa untuk siap siap ke kedai melody untuk bertemu dan mengatur jadwal bertemu dengan bosnya karena perayaan ultah perusahaan tinggal seminggu lagi.
" Bu dini, ngapain mondar mandir di situ?" Tanya mitha saat melihat dini mondar mandiri di lobby
" Ini cariin pak mamat, mau suruh keluarkan motor saya "
" Emang bu dini mau kemana?"
" Mau ketemu sama pemilik toko roti yang di ujung jalan sana lo mit, pak andra yang suruh "
" Maksud bu dini, toko nya melodi?"
" Kok kamu tau?"
" Tau lah bu, orang yang punya sahabat saya "
" Serius kamu mit?"
" Iya bu serius, saya saja sering bawa roti dan kue dari tokonya untuk bekal "
" Ahhh syukurlah, kebetulan sekali. Saya mau minta tolong sama kamu,boleh?" Dini pun memberitahu mitha niatnya dan alasannya kenapa bos nya suruh ia ketemu melody.
Sepulang dari kantor mitha langsung ke rumah melody untuk memberitahu apa yang di suruhkan oleh dini tadi..
Setelah bertemu melody, mitha pun langsung memberitahu audy dan di sambut wajah berbinar oleh melody. Bagaimana tidak bahagia, jika jadi ia membuat kue untuk ultah perusahaan itu di pastikan ia akan dapat untung banyak dan kedainya akan semakin di kenal walaupun sudah banyak yang tau sih karena yang minta itu adalah perusahaan nomor satu di Indonesia ..
Dan ia pun menyanggupi untuk bertemu dengan bos sahabatnya itu besok malam setelah kedainya tutup di sore hari.
Mitha pun langsung memberitahu dini soal melody yang siap bertemu pak andra dan di sambut bahagia oleh dini karena tugas dari andra selesai satu lagi ..
" Selamat pagi pak andra "
" Pagi "
" Jadwal Pak andra hari ini ada kunjungan ke salah satu pembangunan mall yang ada di jakarta selatan "
" Jadwal saya itu saja?" Tanya andra heran
" Iya pak karena malam harinya bapak harus ketemu dengan pemilik toko roti yang kemarin saya bawakan"
" Ohh baiklah, kamu ikutkan nanti malam? Saya kan tidak tau orang nya yang mana"
" Iya pak " ucapnya kemudian dini pun pamit keluar
" Telat pulang lagi deh " gerutunya saat kembali ke mejanya..
°°°°°°
" Hallo melody, selamat sore " teriak seseorang yang masuk ke dalam kedai melody
" Astaga bagas , ngagetin aja sih lu " ucap melody kesal dan memukul lengan bagas temannya yang tiba tiba datang di sore hari saat ia beres beres untuk menutup kedainya
" Sorry sorry, kok udah tutup aja sih "
" Ngapain masih buka kalau semua nya udah habis " jawab melody sambil terus beres beres
" Wah laku banyak dong hari ini, makan enak dong kita "
" Makan aja sono lu sendiri "
" Jahat banget si lo , traktir kali sekali kali "
" Kalau hari ini gue nggak bisa gas, gue mau pergi "
" Kemana?"
" Gue ada janji sama bos nya mitha, ada kerjaan. Biasa soal pesanan "
" Wow, keren. Gue anterin ya?"
" Nggak usah, gue ada motor kok "
" Melody ini hampir malam, nggak baik cewek naik motor sendiri. Pokoknya gue anterin lo dan nungguin lo sampai selesai "
" Serah elo dah gas"
Dan melody masuk ke rumah di susul bagas , melody akan bersih bersih dulu baru ke cafe tempat pertemuannya dengan andra yang di beri tahu oleh dini tadi via w******p.
Setelah sholat magrib, melody pun pamit ke nenek nya untuk berangkat bersama tomi ke tempat janjian mereka. Setelah menempuh perjalanan 15 menit menggunakan sepeda motor, audy dan bagas pun akhirnya sampai di cafe tersebut namun bagas pamit pergi dulu ke rumah temannya sambil menunggu audy bertemu dengan janji akan balik jemput melody lagi setelah selesai pertemuannya ..
Dengan santai melody berjalan masuk dan celingak celinguk mencari seseorang tapi tak menemukannya jadinya ia pun memilih tempat duduk dulu sambil menunggu dini dan bosnya datang.
Setelah menunggu sekitar 5 menit, dini pun akhirnya muncul dan melihat melody dari belakang. Ia tau itu melody karena melody memberi tau dini kalau ia pakai baju biru , dengan jalan cepat dini pun menghampiri melody.
" Hai, sudah dari tadi?" sapa dini ketika sudah sampai di hadapan melody, melody pun tersenyum dan menjawab kalau ia sudah sekitar 5 menitan datangnya.
" Sendiri saja mbak?" Tanya melody
" ohh nggak kok, saya sama pak andra tapi pak andra lagi telfonan di luar. Nanti juga akan nyusul kok " jawab dini dan betul kata dini tak lama andra pun datang dan berjalan menuju dini dan melody.
" Maaf terlambat " ucap andra dan langsung menarik kursi yang ada di samping audy dan dini karena audy dan dini tengah duduk berhadapan. Audy pun langsung menghadap andra dan mereka pun langsung terkejut saat kedua bola mata mereka bersitatap.
Deg
DIA kah itu?