Naura masih terdiam. Ia hanya melirik sisi kanan dan kiri takut ada yang melihat. “Kenapa? Kamu takut dilihat orang lain?” pria itu tersenyum kecil, “Justru kamu akan menjadi pusat pandangan kalau tidak segera menerima suapanku.” Tanpa pikir panjang akhirnya Naura mendekat dan menerima suapan dari sendok yang mengudara tersebut. Ditutupnya mulutnya sambil melihat kanan dan kiri takut ada yang melihat. Sky tersenyum sumringah. “Kenapa gak seperti ini dari tadi?” Ia lalu menoleh ke kanan dan ke kiri, turut melihat apa yang diperhatikan Naura dari tadi. “Orang kota jarang peduli dengan sekitar. Jadi tidak usah berpikiran kalau orang-orang tersebut melihat kita. Mereka focus dengan diri mereka sendiri.” Naura tersenyum. Matanya mengembun. Ia sangat bahagia diperlakukan seperti itu. Seumur-

