Bab 13. Pahlawan kesiangan

1115 Words

“Maaf, Ra. Saya juga tidak bermaksud melakukan itu sama kamu.” “Tapi kenyataannya aku hamil anak Anda, Pak.” “Saya tahu. Makanya saya bertanggung jawab.” “Anda tidak bertanggung jawab dengan saya. Anda hanya bertanggung jawab dengan anak Anda.” “Ra, sudahlah! Kenapa hari ini kamu marah-marah? Terus saja memperpanjang masalah. Ini tidak terlalu bagus untuk pertumbuhan anak kita.” Naura terdiam. Hanya tangisnya yang tadinya tertahan kini melumer juga. Air matanya basah membasahi pipi chubbynya. Sky menepi, menghentikan kendaraannya. Lalu menoleh ke arah wanita di sebelahnya. Ada rasa bercampur aduk dalam hatinya. Ia tidak bisa melihat air mata Naura. Apalagi, itu karenanya. “Maaf,” ucap Sky sambil memberikan tisu. Tak merespon. Tangis Naura justru semakin pecah. Sky menarik nafas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD