Bab 12. Perhatian Kecil

1072 Words

“Pak Sombong,” ucap Naura membaca daftar kontak di ponselnya. Ia berharap sekali mendapat panggilan dari nomor tersebut. Ditinggal beberapa jam, rasanya ada rindu yang tiba-tiba menerpa sanubarinya. Apalagi jikalau teringat Sky pergi untuk menemui kekasih hatinya. Padahal, kondisinya pun sedang tidak baik-baik saja. Mata Naura masih terjaga, padahal jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Biasanya wanita cantik itu sudah terlelap lebih awal. KIni, ia hanya berbaring di atas ranjang, menatap langit-langit kamar, sembari mendendangkan lagu yang pernah didengar dalam mobil bersama Sky. “Apa ini cinta? Rasanya tidak mungkin. Aku bahkan sangat membencinya. Dia menghancurkan masa depanku, mimpi-mimpiku,” ucap Naura lirih. “Seharusnya aku membencinya bukan? Bukan malah menyukainya. Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD