“Kamu ikut masuk?” tanya Naura terkejut ketika Sky hendak mengayunkan langkah ke dalam ruangan. Dr.Iriana Obg tertulis dalam papan namanya. “Kenapa? Saya mau lihat perkembangan anak saya.” “Tapi … Kita kan ….” “Kenapa?” “Ya sudahlah, terserah kamu saja,” ucap Naura pasrah. Mereka berdua dipersilakan seorang perawat untuk duduk. Di mana keduanya bersikap tegap layaknya mahasisa hendak bimbingan. Jantung mereka berdegup tak beraturan. Ini adalah kali pertama bersikap demikian. Berada di luar, selayaknya seorang suami istri. “Maaf, saya terlambat,” ucap Iriana yang usai dari kamar kecil. “Gak apa-apa, Bu Dokter,” jawab Naura. Iriana melihat data yang disuguhkan perawatnya. Lalu memandang Naura dan Sky bergantian. “Kehamilan pertama?” tanya dokter cantik itu sambil menyuguhkan senyum

