Mengalah bukan hal mudah, tapi hanya itu pilihannya.
Ini bukan sebuah cerita pertemuan seorang laki-laki dengan seorang wanita, ini adalah sebuah cerita klise kehidupan seorang remaja dalam menjalani kisah asmaranya.
Jabatannya sebagai seorang kekasih namun hadirnya selalu tersisih, dia adalah Disa menjadi kedua di kisah cintanya. Awalnya ia kira biasa saja dengan kedekatan antara kekasihnya dengan sahabat wanita dari kekasihnya tersebut, namun seiring berjalannya waktu perasaan cemburu itu mulai datang.
Mengalah, sudah Disa lakukan hampir 3 tahun lamanya. Ia selalu berlapang d**a saat Gara, kekasihnya lebih memilih mengantar Tania pulang dan mengabaikannya. Perjuangan-perjuangan Disa selama ini ternyata tak membuat Gara mengerti bahwa ia juga membutuhkan dirinya, bukan hanya Tania.
Kadang Disa berfikir kenapa Gara menjadikannya kekasih kalau sebenarnya yang Gara butuhkan adalah Tania. Ia merasa menjadi orang ketiga dalam hubungan Gara dan Tania.
Mungkinkah Disa mampu bertahan disamping Gara?
Jawabannya.
Mungkin, tidak.
Ya Disa menyerah, menyerah kepada keadaan yang memaksanya untuk mundur. Menjadi cadangan saat sang pemeran pergi, itu menyakitkan meski sebenarnya Disa-lah yang seharusnya menjadi prioritas Gara.
Disa tak menuntut untuk Gara prioritaskan tapi setidaknya laki-laki itu menyempatkan waktunya sehari saja untuk mengajak Disa pergi, sekedar makan pun tak apa, di pinggir jalan juga tak apa. Selama 3 tahun menjalin hubungan hanya 2 kali mereka quality time itupun dulu awal-awal mereka menjalin hubungan. Bayangkan saja saat Disa ingin pergi berdua, pasti Tania akan merengek ikut pada Gara, dan Disa tau Gara tidak akan bisa menolaknya.
Mungkin inilah akhir dari kisah cintanya dengan Gara, ia harus melepaskan laki-laki pertama yang masuk ke dalam kehidupannya.
Disa mengusap buliran air yang merembes mengenai pipinya, ia tak menyangka ternyata seberat ini hatinya untuk melepaskan Gara. Tapi ia tau ini yang terbaik, terbaik untuk hatinya dan Gara.