Semua mimpi-mimpi yang Disa tata nampaknya hanya menjadi mimpi-mimpi usang yang mampu Disa kubur dalam-dalam. Setelah ini hidupnya akan hanya ada warna hitam seperti apa yang ia lihat saat ini. Hanya ada kegelapan, senyum dan wajah papa serta bundanya hanya bisa Disa bayangkan. Terdengar suara langkah derap kaki seseorang yang mendekat, "Dis!" Disa hafal ini suara sang bunda. Rini baru saja dihubungi Raina, sahabatnya itu menceritakan kejadian barusan tentang Disa yang tak sengaja mendengar kebenaran mengenai penglihatannya. Rini tidak marah mungkin ini waktunya Disa mengetahui keadannya. Gara juga berada disana namun laki-laki itu tidak berkutik, karena apapun yang keluar dari mulutnya akan terdengar salah. Lebih baik ia memilih diam meski hanya Disa dan juga Raina yang menghakiminya.

